Rancangan Kualitatif dan Kuantitatif Produk Maggot BSF (Hermetia Illucens L) dengan Penggunaan Pakan Kulit Kopi
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang potensi limbah kulit kopi sebagai pakan bagi maggot BSF, mengidentifikasi interaksi fenotipe dan lingkungan dalam memengaruhi sifat kuantitatif pada maggot BSF dan mendapatkan kualitas maggot BSF pada berbagai variasi jenis dan jumlah pemberian pakan. Penelitian dilaksanakan sejak Agustus – Oktober 2024. Pemeliharaan maggot BSF dilakukan selama 16 hari di Kebun Merdesa. Pengujian analisis proksimat dilakukan di
Laboratorium Analisa Bahan Hayati, Biotek Center, Institut Pertanian Bogor. Limbah kulit kopi didapatkan dari hasil produksi Kebun KTH Cibulao, Cisarua, Bogor.
Sampah organik dikumpulkan secara kolektif di area pasar Dramaga, Bogor. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa rumah produksi maggot BSF terkait pemeliharaan dan pemanenan maggot BSF, serta merujuk pada buku, artikel, jurnal penelitian yang berhasil dilakukan sebelumnya. Metode penelitian
menggunakan RAL dengan pendekatan desain faktorial (factorial design) 2x3 dengan variasi jenis pakan (kulit kopi dan kombinasi antara kulit kopi, sayur dan buah) serta jumlah pemberian pakan (750 gr, 1 kg, 1,5 kg) yang
berbeda.Perhitungan mencakup hasil panen maggot BSF yang meliputi panjang, lebar, berat produksi segar, biokonversi dan kadar nutrisi maggot BSF (kadar air, abu, lemak kasar, protein kasar, serat kasar, karbohidrat. Data penelitian kemudian diolah menggunakan General Linear Model (GLM) dan Uji Lanjut Tukey menggunakan Minitab. Penelitian ini mempertimbangkan dampak limbah kopi terhadap kesehatan lingkungan dan pemanfaatan maggot BSF sebagai pakan ternak yang relatif terjangkau.
Hasil menunjukkan bahwa jenis pakan dan jumlah pemberian pakan yang berbeda memberikan interaksi fenotipe-lingkungan yang berbeda terhadap terhadap pertumbuhan dan nutrisi maggot BSF, dimana interaksi yang nyata terjadi pada pertumbuhan panjang dan lebar tubuh maggot BSF, kadar air, lemak kasar dan protein kasar. Interaksi fenotipe-lingkungan tidak nyata terjadi pada kadar abu, serat kasar dan karbohidrat. Maggot BSF tetap dapat dimanfaatkan dengan kebutuhan spesifik pada pakan ternak meskipun tidak terjadi interaksi yang nyata. Oleh sebab itu, kulit kopi dianggap memiliki potensi untuk dijadikan sebagai pakan maggot BSF yang kaya akan nutrisi.
