Pengembangan dan Evaluasi Fitur Silsilah pada Modul Frontend Aplikasi Mobile Manajemen Ternak Sapi Pintar (MATASAPI)
Date
2026Author
Wirawan, Jihan Febriharvianti
Sukoco, Heru
Putra, Bramada Winiar
Metadata
Show full item recordAbstract
Peternakan sapi di Indonesia masih menghadapi penurunan kualitas dan mutu genetik ternak akibat belum adanya sistem pencatatan pembiakan dan silsilah yang terstruktur. Pencatatan manual menyulitkan pelacakan keturunan dan meningkatkan risiko inbreeding negatif yang berdampak pada produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan fitur silsilah sapi pada aplikasi mobile MATASAPI untuk mempermudah pengelolaan dan pelacakan keturunan secara digital. Sistem dikembangkan menggunakan framework Flutter dengan metode Scrum dan terdiri dari tujuh fitur, termasuk visualisasi silsilah sapi berbentuk pohon interaktif yang memuat informasi identitas serta hubungan keturunan ternak. Proses pengembangan dilakukan melalui lima sprint yang mencakup perencanaan, pengembangan, integrasi API, dan pengujian sistem. Pengujian menggunakan black-box testing dan User Acceptance Testing (UAT) menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, sehingga sistem dinyatakan layak digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas pembiakan sapi di Indonesia. Cattle farming in Indonesia continues to face challenges related to declining livestock quality and genetics due to the absence of structured breeding and pedigree recording systems. Manual recording complicates lineage tracking and increases the risk of negative inbreeding, which adversely affects livestock productivity. This study aims to develop a cattle pedigree feature within the MATASAPI mobile application to facilitate digital management and lineage tracking. The system was developed using the Flutter framework and the Scrum methodology, comprising seven features, including an interactive tree-shaped pedigree visualization that displays identity information and livestock lineage relationships. The development process was conducted over five sprints, covering planning, development, API integration, and system testing. Testing using black-box testing and User Acceptance Testing (UAT) demonstrated a 100% success rate, indicating that the system is feasible for use in supporting the improvement of cattle breeding quality in Indonesia.
