Pengembangan dan Evaluasi Fitur Silsilah pada Modul Backend Aplikasi Manajemen Ternak Sapi Pintar (MATASAPI)
Date
2026Author
Rizqi, Muhammad Giyas Wisnu
Sukoco, Heru
Kustiyo, Aziz
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengelolaan silsilah ternak sapi secara manual sering kali menyebabkan kesalahan pencatatan, hilangnya data, serta sulitnya menelusuri riwayat keturunan sapi yang berakibat pada meningkatnya risiko inbreeding. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fitur manajemen silsilah ternak sapi yang merupakan bagian dari modul backend pada aplikasi Manajemen Ternak Sapi Pintar (MATASAPI). Pengembangan dilakukan menggunakan metode Scrum yang terdiri dari beberapa tahapan iteratif mulai dari perencanaan produk, sprint planning, hingga evaluasi. Modul yang dikembangkan mampu mencatat, menelusuri, dan membentuk pohon silsilah sapi secara terstruktur hingga beberapa generasi. Pengujian fungsional dilakukan menggunakan metode black-box testing yang menunjukkan semua fitur berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian nonfungsional dengan metode load testing juga menunjukkan performa yang baik dari aplikasi dengan nilai throughput sebesar 4 request/sec dan total rata-rata response time sebesar 149 ms. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu peternak dalam mengelola informasi keturunan ternak secara sistematis, serta meningkatkan transparansi bagi calon pembeli terhadap riwayat silsilah sapi. Manual management of cattle pedigrees often leads to recording errors, data loss, and difficulty in tracing cattle ancestry, resulting in an increased risk of inbreeding. This study aims to develop cattle pedigree management features as part of backend modules in the smart cattle management (MATASAPI) application. The development was carried out using the Scrum method, which consists of several iterative stages ranging from product planning, sprint planning, to evaluation. The developed module is capable of recording, tracing, and creating cattle pedigrees in a structured manner for several generations. Functional testing was carried out using the black-box testing method, which showed that all features worked as expected. Non-functional testing with load testing also showed good application performance with a throughput value of 4 requests/sec and a total average of response time of 149 ms. The results of this study are expected to help farmers manage livestock pedigree information systematically and increase transparency for prospective buyers regarding cattle pedigree history.
