Efektivitas Azoksistrobin+Difenokonazol, Tembaga Oksi Sulfat, dan Streptomisin Sulfat dalam Menekan Hawar Daun Bakteri pada Padi
Abstract
Padi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan utama di Indonesia yang rentan terhadap serangan penyakit, salah satunya hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Penyakit ini dapat menurunkan produktivitas padi secara signifikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tiga jenis pestisida yang efektif dalam mengendalikan HDB serta pengaruhnya terhadap produksi padi. Penelitian dilakukan melalui enam tahapan, meliputi pengambilan sampel, isolasi dan seleksi bakteri Xoo, pewarnaan Gram, postulat Koch, uji lapangan dengan pestisida, serta pengamatan severitas, indeks klorofil, vigor, dan hasil panen. Pengujian efikasi dilapangan dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan tiga jenis pestisida pada dua taraf konsentrasi rendah dan konsentrasi tinggi. Terdapat tujuh jenis dengan jumlah ulangan sebanyak empat kali untuk setiap perlakuan. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA one-way, pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian Penggunaan pestisida dengan bahan aktif azoksistrobin + difenokonazol, streptomisin sulfat, dan tembaga oksi sulfat masing-masing menunjukkan tingkat efikasi pengendalian penyakit hawar daun bakteri sebesar 29,39, 31,43, dan 33,88%. Aplikasi pestisida memberikan respons positif terhadap ketahanan fisiologis tanaman padi, yang ditunjukkan oleh kemampuan tanaman dalam mempertahankan indeks klorofil serta kecenderungan peningkatan jumlah malai. Namun, tingkat efikasi pengendalian penyakit yang diperoleh masih rendah untuk menghasilkan perbedaan hasil panen yang nyata dibandingkan tanaman tanpa perlakuan.
Collections
- UT - Plant Protection [2533]
