Identifikasi Molekuler Dan Biologi Tungau Laba-Laba Merah (Acari: Tetranychidae) Pada Tanaman Mawar Dari Banten
Date
2026Author
Ehsanputrasa, Muhammad Anindya
Santoso, Sugeng
Kusumah, R. Yayi Munara
Metadata
Show full item recordAbstract
Mawar (Rosa hybrida L.) merupakan tanaman hias bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. Salah satu kendala utama dalam budidaya mawar adalah serangan tungau merah (Acari: Tetranychidae) yang menyebabkan daun menguning, mengering, dan menurunkan kualitas tanaman. Identifikasi tungau hingga tingkat spesies penting untuk mendukung pengendalian yang tepat, namun identifikasi morfologi sering terkendala oleh ukuran tungau yang kecil dan kemiripan karakter antarspesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tungau merah pada tanaman mawar dari Banten menggunakan pendekatan molekuler serta menentukan aspek biologi perkembangannya. Identifikasi molekuler dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR), kemudian hasil sekuens dianalisis menggunakan BLAST, analisis homologi, dan konstruksi pohon filogenetik. Pengamatan biologi dilakukan dengan memelihara telur secara terpisah dalam cawan petri dan diamati setiap 6 jam hingga muncul imago dewasa, sedangkan imago diamati setiap hari. Hasil analisis BLAST menunjukkan tungau merah memiliki kemiripan tertinggi dengan Tetranychus kanzawai dari Jepang dan Taiwan dengan coverage 100% dan identitas 94,42%. Analisis filogenetik menunjukkan isolat dari Banten berkerabat sangat dekat dengan T. kanzawai. Perkembangan telur membutuhkan 3,66 ± 0,26 hari, sedangkan tahap nimfa 1,38 hari. Umur hidup betina dewasa 18,92 ± 2,83 hari dan jantan 17,88 ± 2,79 hari. Betina dewasa mampu menghasilkan hingga 107 butir telur.
Collections
- UT - Plant Protection [2533]
