Peningkatan Stabilitas Dimensi Kayu Lapis Berbasis Vinir Terpoliesterifikasi dengan Perekat Berbasis Formaldehida
Date
2026Author
Septiani, Kharen
Mubarok, Mahdi
Hermawan, Dede
Lubis, Muhammad Adly Rahandi
Metadata
Show full item recordAbstract
Seiring meningkatnya kebutuhan kayu di Indonesia, pasokan kayu berkualitas dari hutan alam terus menurun sehingga pemanfaatan kayu cepat tumbuh dari hutan tanaman industri semakin meningkat, salah satunya kayu jabon (Anthocephalus cadamba Miq.). Meskipun memiliki pertumbuhan cepat dan kemampuan adaptasi pada tempat tumbuhyang baik, kayu jabon memiliki stabilitas dimensi, sehingga umumnya hanya digunakan sebagai core pada kayu lapis. Untuk memperbaiki sifat inferior tersebut, modifikasi kayu secara kimia melalui reaksi esterifikasi menggunakan bahan ramah lingkungan seperti asam sitrat dan kombinasinya dengan poliol (etilen glikol, gliserol, dan sorbitol) menjadi salah satu metode yang menjanjikan. Kayu lapis di rekat menggunakan perekat berbasis formaldehida, yaitu urea formaldehida (UF), melamin urea formaldehida (MUF), dan fenol formaldehida (PF). Dilakukan skoring yang bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik pada kayu lapis yang dihasilkan. Hasil modifikasi pada vinir menghasilkan kayu lapis yang memiliki nilai kadar air lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol yaitu 7,09-9,67%. Nilai kerepatan berkisar antara 0,53-0,64%. Delaminasi yang rendah pada kayu lapis berperekat MUF dan PF dan sesuai standar SNI 8916.2:2023. Kayu lapis menghasilkan nilai pengembangan tebal dan daya serap air yang menurun. Namun, kayu lapis termodifikasi memiliki nilai kerusakan kayu dan keteguhan yang belum memenuhi standa yaitu > 50% untuk kerusakan kayu dan > 0,7 MPa pada keteguhan rekat. As demand for wood in Indonesia increases, the supply of high quality wood from natural forests continues to decline, leading to greater use of fast-growing species from industrial forest plantations, one of which is jabon (Anthocephalus cadamba Miq.). Despite its rapid growth and good adaptability to various growing conditions, jabon wood has low dimensional stability, so it is generally used only as a core in plywood. To improve these inferior properties, chemical modification of wood through esterification reactions using environmentally friendly materials such as citric acid and its combination with polyols (ethylene glycol, glycerol, and sorbitol) is a promising method. The plywood was bonded with formaldehyde-based adhesives, namely urea formaldehyde (UF), melamine urea formaldehyde (MUF), and phenol formaldehyde (PF). Scoring was conducted to determine the best formulation of the produced plywood. The modified veneers produced plywood with a lower moisture content than the control, ranging from 7.09 to 9.67%. The density values ranged from 0.53 to 0.64 g/cm³. Low delamination was observed in plywood bonded with MUF and PF adhesives, meeting the requirements of SNI 8916.2:2023. The modified plywood exhibited reduced thickness swelling and water absorption. However, the modified plywood failed to meet the standard requirements, namely >50% for wood failure and >0.7 MPa for bond strength.
Collections
- MT - Forestry [1541]
