Katir Mekanis Untuk Perahu = 5 GT di Palabuhanratu
Date
2026Author
Malik, Fikri Rizky
Novita, Yopi
Iskandar, Budhi Hascaryo
Puspito, Gondo
Sukoraharjo, Sri Suryo
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberadaan perahu berkatir dengan outrigger atau katir berukuran = 5 GT di
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu menimbulkan permasalahan
serius terkait tata kelola kegiatan tambat labuh di kolam pelabuhan.
Permasalahannya terkait dengan konstruksi katir yang bersifat permanen dan
melebar di kedua sisi perahu, sehingga perahu membutuhkan area tambat yang
lebih luas dibandingkan perahu tanpa katir. Kondisi ini semakin diperparah dengan
jumlah perahu katir yang sangat banyak, yaitu 355 unit (PPN Palabuhanratu 2023).
Kolam Pelabuhan yang dipenuhi oleh perahu katir menyebabkan tata kelolanya
menjadi tidak efisien. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut adalah memodifikasi konstruksi katir dengan
outrigger boom-nya yang dapat dipendekkan.
Katir dengan outrigger boom yang dapat dipendekkan dan dapat tetap
menjaga keseimbangan perahu ketika berada di dalam kolam pelabuhan belum
diteliti. Inovasi pemendekan outrigger boom untuk menghemat area tambat labuh
dengan tetap mempertimbangkan keselamatan nelayan dengan menggunakan teori
mitigasi risiko sangat diperlukan. Katir hasil inovasi akan memudahkan nelayan
saat tambat di pelabuhan dengan ruang yang sempit, menjaga stabilitas perahu
walaupun sedang dalam kondisi ditarik, dan aman karena bagian sambungan katir
hasil inovasi tetap mampu menahan hempasan gelombang laut ketika perahu
dioperasikan.
Inovasi katir ini akan dilakukan dengan menerapkan prinsip design
engineering yang diawali dengan mendefinisikan permasalahan yang terjadi
sebelum dan sesudah perubahan desain, penelusuran teori, perumusan desain,
pembuatan prototype, hingga uji coba. Penelitian menghasilkan rekomendasi
redesain katir mekanis dengan fitur utama bagian Outrigger boom yang dapat
ditarik mendekat ke badan perahu, dan dapat dibentangkan kembali. Dengan fitur
ini bagian outrigger boom pada konstruksi katir, dapat dipendekan ketika nelayan
melakukan kegiatan tambat labuh dan dapat dipanjangkan kembali ketika nelayan
ingin bermanufer keluar dari kolam pelabuhan menuju ke fishing ground.
hasil ujicoba roll decay dan simulasi dengan menggunakan aplikasi Maxsurf
(student version), membuktikan perahu katir dengan pemendekan ½ dari outrigger
boom dapat mempertahankan stabilitas perahunya. Hasil ujicoba material katir yang
digunakan pada katir mekanis ini juga terbukti mempunyai daya tahan yang baik
dan mampu bertahan pada lingkungan laut yang ekstrim. Inovasi katir mekanis
untuk perahu = 5 GT di Palabuhanratu, dapat menghemat area tambat labuh untuk
satu unit perahu katir menjadi 40,95 m2 (50% lebih kecil dari luas area tambat labuh
semula). Tentunya inovasi redesain katir mekanis untuk perahu = 5 GT di PPN
Palabuhanratu dapat bermanfaat bagi nelayan, pemilik perahu, dan juga bagi pihak
pengelola di PPN Palabuhanratu. The presence of outrigger canoes or canoes = 5 GT at the Nusantara Fisheries
Port (PPN) Palabuhanratu poses a serious problem regarding the management of
mooring activities in the port basin. The problem is related to the permanent and
wide construction of the outriggers on both sides of the boat, which requires a larger
mooring area compared to boats without outriggers. This condition is further
exacerbated by the very large number of outrigger boats, which is 355 units (PPN
Palabuhanratu 2023). The harbour basin filled with outrigger boats made its
management inefficient. One alternative that can be done to solve this problem is
to modify the outrigger boom construction of the outrigger, which can be shortened.
Outrigger with a shortenable outrigger boom that maintain the boat's balance
in the harbour basin have not yet been studied. Therefore, innovation in shortening
the outrigger boom to save mooring areas while still considering the safety of
fishermen using risk mitigation theory is highly necessary. The innovation of the
outrigger will make it easier for fishermen to moor in narrow ports, maintain the
boat's stability even when being towed, and ensure safety because the outrigger's
innovative joint remains capable of withstanding the impact of ocean waves when
the boat is in operation.
This outrigger innovation will be carried out by applying design engineering
principles, starting with defining the problems that occur before and after the design
change, theoretical research, design formulation, prototype creation, and testing.
The research resulted in recommendations for redesigning the mechanical outrigger
with the main feature of outrigger boom section that can be retracted closer to the
boat's body and extended again. With this feature, the outrigger boom section on
the outrigger construction can be shortened when fishermen are anchoring and can
be extended again when fishermen want to manoeuvre out of the harbour basin
toward the fishing grounds.
The results of the roll decay test and simulation using the Maxsurf application
(student version) prove that outrigger boat with the supporting mast shortened by
½ can maintain its stability. The results of the outrigger material test used on this
mechanical outrigger also prove that it has adequate durability and can withstand
extreme marine environments. The innovation of mechanical outrigger for boats =
5 GT in Palabuhanratu can save mooring area for one outrigger boat unit by 40.95
m² (50% smaller than the original mooring area). The innovation of redesigning
mechanical outrigger for vessels = 5 GT at the Palabuhanratu Fish Landing Site
(PPN) can benefit fishermen, vessel owners, and also the management at the
Palabuhanratu Fish Landing Site.
Collections
- DT - Fisheries [776]
