Kupu-kupu Sebagai Bioindikator Kondisi Lingkungan di Hutan Kota Rawa Buaya dan Hutan Kota Ciganjur
Date
2026Author
Baldah, Anggraeni Wahyu Zahratul
Ginoga, Lin Nuriah
Hermawan, Rachmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Kupu-kupu selain memiliki peran bagi sebagai polinator juga berperan sebagai bioindikator. Penelitian bertujuan mengidentifikasi jenis kupu-kupu serta faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaannya di Hutan Kota Rawa Buaya dan Hutan Kota Ciganjur. Pengambilan data kupu-kupu, tumbuhan pakan ulat, kupu-kupu, dan pelindung dilakukan menggunakan metode eksplorasi. Pengukuran faktor lingkungan dan identifikasi juga dilakukan. Analisis Biplot digunakan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dan keanekaragaman kupu-kupu. Hasil penelitian di kedua lokasi mencatat 341 individu dari lima famili, dengan spesies Leptosia nina, Hypolimnas bolina, Mycalesis horsfieldi, Appias olferna, dan Udaspes folus. Hutan Kota Rawa Buaya memiliki indeks keanekaragaman tertinggi pada tipe habitat riparian (H’=2,48) dan indeks kekayaan jenis yang lebih tinggi dibandingkan Hutan Kota Ciganjur, dengan stabilitas komunitas dikategorikan sedang. Analisis Biplot menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti intensitas cahaya dan kecepatan angin terbukti mempengaruhi keberadaan kupu-kupu khususnya di tipe habitat terbuka.
