Simulasi Keuntungan Cantrang sebagai Pertimbangan Transisi Alat Tangkap Jaring Tarik Berkantong di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong
Date
2026Author
Putrama, Abyan
Bangun, Tri Nanda Citra
Kurniawati, Vita Rumanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Transisi dari cantrang ke jaring tarik berkantong (JTK) di PPN Brondong
menghadapi resistensi dari nelayan akibat kekhawatiran penurunan keuntungan.
Penelitian ini bertujuan menghitung biaya operasional serta memetakan faktor
penentu biaya sekaligus mengestimasi kelayakan usaha JTK melalui simulasi
hasil tangkapan. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif data dikumpulkan
melalui survei terhadap 15 unit kapal JTK di PPN Brondong. Pendekatan analisis
meliputi perhitungan struktur biaya serta pemodelan causal loop diagram (CLD)
dan analisis finansial menggunakan indikator revenue cost ratio (R/C) dan break
even point (BEP). Hasil menunjukkan rata-rata biaya operasional mencapai Rp
46,1 juta per trip, didominasi oleh BBM (46,5-66,1%). Faktor yang memengaruhi
biaya operasional adalah ukuran kapal serta jumlah personel dan durasi trip
hingga konsumsi logistik. Simulasi membuktikan usaha JTK sangat layak pada
kondisi normal dengan capaian R/C ratio sebesar 2,12. Batas toleransi usaha
berada pada penurunan hasil tangkapan hingga level 60% atau Skenario 4 dengan
R/C Ratio 1,05. Pada kondisi ini penerapan strategi optimalisasi biaya logistik
disarankan untuk menjaga stabilitas usaha tanpa perlu mengurangi jumlah tenaga
kerja di mana pendapatan 17 awak kapal masih aman di angka Rp 4,87 juta per
bulan. Namun penurunan produksi hingga 50% membuat nilai R/C Ratio jatuh di
bawah angka 1. The transition from cantrang to jaring tarik berkantong (JTK) at Brondong
Fishing Port faced resistance from fishermen due to concerns about reduced
profits. This study aims to calculate operational costs and map cost determinants
while estimating the feasibility of JTK operations through catch simulations.
Using a quantitative descriptive method, data were collected through a survey of
15 JTK vessels at PPN Brondong. The analytical approach included calculating
the cost structure and modeling a causal loop diagram (CLD) and financial
analysis using the revenue cost ratio (R/C) and break-even point (BEP) indicators.
The results show that the average operational cost reaches IDR 46.1 million per
trip, dominated by fuel (46.5-66.1%). Factors that affect operational costs are
vessel size, number of personnel, trip duration, and logistics consumption. The
business viability tolerance limit was identified at a catch decline to the 60% level
(Scenario 4) with an R/C Ratio of 1.05. Under these conditions, implementing a
logistics cost optimization strategy is recommended to maintain business stability
without reducing the workforce, preserving the income of 17 crew members at a
secure level of IDR 4.87 million per month. However, a production decline to
50% causes the R/C Ratio to fall below 1.
