View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Wirausahatani dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Usahatani Padi Organik di Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (880.1Kb)
      Fulltext (2.720Mb)
      Lampiran (1.743Mb)
      Date
      2026
      Author
      Nadapdap, Hendrik Johannes
      Suharno
      Fariyanti, Anna
      Yusman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Beras merupakan komoditas strategis sehingga menyebabkan intervensi pemerintah pada harga beras hal tersebut berdampak terhadap pendapatan petani. Penting bagi petani untuk memproduksi komoditas yang bernilai tinggi untuk meningkatkan pendapatan. Salah satu produk beras yang bernilai tinggi adalah beras khusus seperti beras organik yang mana harganya diserahkan pada mekanisme pasar. Masalah krusial lainnya dari produksi padi Indonesia adalah masih rendahnya produktivitas. Oleh karena itu penggunaan teknologi menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas padi yaitu dengan sistem organik. Transisi dari usahatani anorganik ke usahatani organik membutuhkan kapasitas kewirausahaan yang mencakup inovasi, pengambilan risiko, sikap proaktif serta kemampuan mengakses jaringan sumber daya. Umumnya petani yang memiliki karakter kewirausahaan memiliki pandangan ke depan dan bersedia mengambil risiko serta mengadopsi teknologi untuk peningkatan produksi. Oleh karena itu, sangat menarik melihat bagaimana kemampuan kewirausahaan petani padi organik yang diperlukan dalam mengambil berbagai risiko dan mengadopsi serat menghasilkan inovasi. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini meneliti perilaku kewirausahaan petani, efisiensi usahatani, pendapatan wirausahatani padi serta membangun model wirausahatani padi organik yang dapat mendukung kinerja usahatani padi secara keberlanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah karena Jawa Tengah merupakan salah satu produsen padi organik di Indonesia. Pemilihan kabupaten yang diteliti menggunakan purposive sampling sehingga terpilih tiga kabupaten yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan Multistage random sampling-Equal Allocation yang artinya mengambil jumlah sampel yang sama di setiap wilayah agar memiliki perbandingan yang adil sehingga diperoleh jumlah sampel 180 sampel. Kemudian total sampel 180 dibagi ke dalam 3 wilayah (kabupaten) secara seimbang sehingga diambil masing-masing kabupaten sebesar 60 orang sampel. Data yang digunakan adalah data primer yang terdiri dari data karakteristik individu petani padi, data faktor lingkungan, data faktor sosial petani padi organik, data produksi, data pendapatan petani. Metode analisis Entrepreneursial Behavior Index (EBI) digunakan untuk mengukur kewirausahaan petani padi organik di Jawa Tengah. Kinerja usahatani dilakukan dengan analisis produksi usahatani melalui analisis fungsi produksi Stochastic Frontier Analysis (SFA) yang kemudian dilanjutkan analisis efisiensi teknis dan efisiensi ekonomi dan faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi usahatani. Pendapatan usahatani menggunakan analisis struktur biaya dan penerimaan usahatani. Model ekosistem wirausahatani padi organik dibangun dengan Partial Least Square- Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Kebaruan pada penelitian ini terletak pada beberapa aspek penting. Pertama adalah penelitian ini mengintegrasikan analisis tingkat kewirausahaan pada usahatani padi organik terhadap analisis ekonomi yang meliputi efisiensi, pendapatan, dan produktivitas usahatani padi organik di Jawa Tengah. Kedua, pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap aspek kewirausahaan pada usahatani padi mulai dari faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan kewirausahaan dilihat dari faktor petani, lingkungan dan sosial. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini memasukkan efisiensi ekonomi menjadi salah satu ukuran kinerja usahatani. Kebaruan lainnya yaitu penelitian ini menambahkan variabel kompetensi kewirausahaan yang menjadi variabel mediasi yang berdampak terhadap kinerja usahatani. Orientasi kewirausahaan petani padi organik berada pada kategori sedang dengan nilai indeks komposit/ nilai EBI sebesar 85,36. Orientasi kewirausahaan diukur dengan 3 dimensi yaitu inovasi, pengambilan risiko, dan sikap proaktif. Dimensi inovasi merupakan peringkat pertama (indeks dimensi 86,36) yang artinya bahwa petani padi organik lebih dominan dalam melakukan praktik inovasi. Sub dimensi seperti Inovasi produk, risiko harga, risiko pasar, dan proaktif dalam memulai perubahan menunjukkan konsentrasi yang lebih kuat dalam kisaran tinggi, yang menunjukkan bahwa petani memiliki sifat kewirausahaan. Produktivitas padi organik di Jawa Tengah adalah 6797kg/ha atau 6.8 ton/ha dan produktivitas ini dapat dikatakan tinggi karena produksi rata-rata padi Indonesia adalah 5,2 ton/ha. Luas lahan, benih, tenaga kerja, pestisida nabati merupakan input yang berpengaruh dalam peningkatan produksi padi organik di Jawa Tengah. Usahatani padi organik di Jawa Tengah sudah efisien secara teknis dan ekonomi yang mana nilai efisiensi teknisnya adalah 0,88 dan nilai efisiensi ekonominya sebesar 0,79. Faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi adalah usia petani, pengalaman petani dan orientasi kewirausahaan. Usahatani padi organik di Jawa Tengah memiliki pendapatan yang tinggi yang mana pendapatan petani padi organik sebesar Rp37.090,685,00 serta nilai rasio R/C sebesar 4.27. Model ekosistem wirausahatani padi organik dibangun dari faktor-faktor yang mempengaruhi secara langsung orientasi kewirausahaan yaitu faktor pribadi, faktor lingkungan dan faktor sosial. Orientasi kewirausahaan yang dimiliki petani secara langsung mempengaruhi kinerja usahatani dan akhirnya secara tidak langsung mempengaruhi luaran usahatani yang meliputi produktivitas dan pendapatan. Kompetensi kewirausahaan merupakan moderasi semu yang memengaruhi hubungan yang negatif antara orientasi kewirausahaan dan kinerja usahatani. Secara bersamaan, kompetensi kewirausahaan dan orientasi kewirausahaan dapat meningkatkan kinerja usahatani padi organik yang meliputi efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis. Melihat masih belum tingginya tingkat kewirausahaan petani padi organik maka perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan kepada petani terkait inovasi proses, input dan pemasaran sehingga dapat memfasilitasi tumbuhnya orientasi kewirausahaan serta perubahan pola pikir petani. Peningkatan kewirausahaan tersebut juga berdampak terhadap efisiensi usahatani dan penciptaan inovasi dalam usahatani padi organik. Selain itu, perlu memperkuat kapasitas kelompok tani atau asosiasi petani dalam melakukan tindakan kolektif (collective action) dalam hal pemasaran produk.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172515
      Collections
      • DT - Economic and Management [504]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository