Nilai Guna Ekonomi dari Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandar Lampung (Studi Kasus di RTH Kalpataru sebagai Taman Kota)
Abstract
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalpataru merupakan salah satu RTH publik di Kota Bandar Lampung yang difungsikan sebagai taman kota. Keberadaan taman kota menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Namun, manfaat RTH publik terutama manfaat ekologis yang bersifat non-market sering diabaikan, sehingga kurang diperhatikan oleh pemangku kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian kondisi eksisting RTH Kalpataru, mengidentifikasi persepsi masyarakat, serta mengestimasi nilai guna ekonomi dan faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP) terhadap optimalisasi fungsi ekologis taman kota. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menilai kondisi eksisting, skala Thurstone untuk menganalisis persepsi, dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengestimasi nilai WTP. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi eksisting RTH Kalpataru belum sepenuhnya memenuhi kriteria ideal sebagai taman kota, khususnya pada proporsi tutupan hijau dan nonhijau. Berdasarkan persepsi masyarakat, manfaat ekologis dan sosial budaya merupakan manfaat yang paling dirasakan. Nilai estimasi rataan WTP mencapai Rp352.000 per orang per tahun, dengan nilai total WTP sebesar Rp1.034.321.008 per hektar per tahun. Melalui model regresi probit biner, faktor-faktor yang berpengaruh signifikan pada taraf 5% terhadap keputusan WTP masyarakat adalah frekuensi kunjungan dan nilai bid yang menunjukkan RTH Kalpataru penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan taman kota secara berkelanjutan.
