Partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Kegiatan penyuluhan di Kelurahan Bantarjati Bogor
Date
2026Author
VANIA, AUDY AZZAHRA
Dewi, Ratih Kemala
Nurulhaq, Muhammad Iqbal
Metadata
Show full item recordAbstract
Penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat tani melalui keterlibatan aktif kelompok sasaran. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam kegiatan penyuluhan, membandingkan tingkat partisipasi antara KWT Hijau Lestari dan KWT Flamboyan, serta menganalisis hubungan karakteristik anggota dengan tingkat partisipasi dalam kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada bulan Januari hingga Juli 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang diperkuat dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 30 orang yang merupakan seluruh anggota KWT Hijau Lestari dan KWT Flamboyan. Tingkat partisipasi dianalisis menggunakan Skala likert berdasarkan delapan tangga partisipasi Arnstein dan hubungan karakteristik anggota dengan tingkat partisipasi dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Dugaan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi KWT Hijau Lestari berada pada tingkat Informasi, yang menandakan partisipasi berada pada rendah dengan keterlibatan anggota yang belum sepenuhnya mandiri. Sementara itu, KWT Flamboyan berada pada tingkat delegasi kekuasaan, yang menunjukkan partisipasi tinggi dengan keterlibatan aktif anggota dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Karakteristik umur dan lama bertani memiliki hubungan positif lemah terhadap tingkat partisipasi, sedangkan pekerjaan dan tingkat pendidikan menunjukkan hubungan negatif, namun tidak signifikan secara statistik.
Kata kunci: karakteristik kelompok wanita tani, penyuluhan pertanian, tangga partisipasi Arnstein, tingkat partisipasi. Agricultural extension is one of the efforts to enhance the capacity and independence of farming communities through the active involvement of target groups. This study aimed to analyze the level of participation of Women Farmer Groups KWT in extension activities, to compare the participation levels between KWT Hijau Lestari and KWT Flamboyan, and to examine the relationship between members’ characteristics and their participation levels in extension activities. The study was conducted in Bantarjati Village, North Bogor District, Bogor City, from January to July 2025. The research employed a qualitative approach strengthened by a quantitative approach. The respondents consisted of 30 individuals, representing all members of KWT Hijau Lestari and KWT Flamboyan. Participation levels were analyzed using a Likert scale based on Arnstein’s eight rungs of participation, while the relationship between members’ characteristics and participation levels was analyzed using the Spearman rank correlation test. The assumption of researc results showed that the participation level of KWT Hijau Lestari was at the information level, indicating a moderate level of participation in which members’ involvement had not yet been fully autonomous. Meanwhile, KWT Flamboyan reached the delegated power level, indicating a high level of participation with active member involvement in planning and decision-making processes. Members’ age and length of farming experience showed a weak positive relationship with participation levels, while occupation and education level showed a negative relationship; however, these relationships were not statistically significant.
Keywords: characteristics woman farmer groups, agricultural extension, Arnstein’s ladder of participation, participation level.
