Pemetaan Bahaya di Jalur Pendakian Cibodas–Gunung Gede, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Date
2026Author
Fadhilah, Rafi Ramdani
Soekmadi, Rinekso
Meilani, Resti
Metadata
Show full item recordAbstract
Tingkat kunjungan kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tergolong tinggi setiap tahunnya. Tingginya angka pendakian tidak terlepas dari munculnya berbagai insiden kecelakaan yang dipicu oleh faktor alam maupun faktor manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan memetakan potensi bahaya serta menyusun rekomendasi manajemen bahaya di jalur pendakian Gunung Gede via Cibodas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran, wawancara, serta studi pustaka. Terdapat 21 potensi bahaya yang teridentifikasi, meliputi 10 bahaya fisik, 5 bahaya biologis, dan 6 bahaya aktivitas manusia. Bahaya dengan risiko tinggi meliputi jalur terjal (fisik), akar pohon (biologis), serta kurangnya persiapan logistik dan memaksakan diri melanjutkan perjalanan (manusia). Pengelola telah menerapkan beberapa upaya manajemen bahaya, namun masih diperlukan perbaikan dalam pelaksanaannya. The number of visitors engaging in hiking activities in Mount Gede Pangrango National Park (TNGGP) is relatively high each year. This high volume of activities is closely linked to the occurrence of various accident incidents triggered by both natural and human factors. This study aims to identify, assess, and map potential hazards, as well as formulate recommendations for hazard management along the Mount Gede hiking trail via Cibodas. Data were collected through field observations, measurements, interviews, and literature review. A total of 21 potential hazards were identified, consisting of 10 physical hazards, 5 biological hazards, and 6 human activity-related hazards. High-risk hazards include steep trails (physical), exposed tree roots (biological), and insufficient logistical preparation and forcing oneself to continue hiking (human). Although the park management has implemented several hazard management efforts, improvements are still needed in their execution.
