Manajemen Strategik Keberlangsungan Bisnis Feedlot yang Berkontribusi terhadap Stabilitas Pasokan dan Harga Daging Sapi di Indonesia
Date
2026Author
Chandra, Wibisono
Nuryartono, R. Nunung
Yandra
Asikin, Zenal
Metadata
Show full item recordAbstract
Sistem pasokan daging sapi di Indonesia dicirikan oleh ketidakstabilan yang terus-menerus dan volatilitas harga yang tinggi, yang secara struktural didorong oleh ketergantungan yang berlebihan pada sapi potong impor dan input pakan, koordinasi antar-lembaga yang lemah, dan tidak adanya kerangka kerja Business Continuity Management (BCM) yang dilembagakan dalam industri penggemukan sapi. Guncangan sistemik yang dipicu oleh pandemi COVID-19 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah semakin mengungkap kerentanan laten dalam rantai nilai sapi nasional, khususnya dalam hal keberlanjutan operasional, manajemen kesehatan hewan, dan ketersediaan input strategis. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan BCM yang berorientasi ekonomi tidak lagi memadai dan harus diperluas untuk memasukkan dimensi sosial dan lingkungan sebagai prasyarat keberlanjutan jangka panjangnya.
Studi ini mengembangkan model integrated Business Continuity Management (BCM) untuk industri penggemukan sapi di Indonesia guna memperkuat ketahanan pasokan dan stabilitas harga daging sapi, sekaligus merumuskan prioritas strategis transformasi menuju sistem sapi potong yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis hibrida yang mengintegrasikan Strategic Business Model Canvas (SBMC) sebagai kerangka konseptual dengan Analytic Network Process (ANP) sebagai alat pengambilan keputusan kuantitatif untuk menangkap keterkaitan antar elemen bisnis, berbasis penilaian ahli lintas akademisi, industri, dan pembuat kebijakan.
Disertasi ini membuat rancang bangun Integrated Value Chain Resilience Framework (IVCRF) yang mengintegrasikan keberlanjutan bisnis, kapabilitas dinamis, dan prinsip ekonomi sirkular untuk memperkuat ketahanan rantai nilai daging sapi di Indonesia yang bersifat terfragmentasi dan berisiko tinggi terhadap stabilitas pasokan. Berbasis pemodelan Analytic Network Process (ANP), temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha penggemukan sapi terutama ditentukan oleh efisiensi operasional, manajemen kesehatan hewan, serta kualitas dan ketersediaan pakan sebagai simpul kunci ketahanan organisasi. Implikasi kebijakan menekankan pergeseran menuju ketahanan berbasis tata kelola melalui harmonisasi regulasi, pengembangan sistem pakan sirkular, digitalisasi rantai pasok, dan penguatan kolaborasi quadruple-helix untuk mereposisi sektor penggemukan sebagai pilar strategis ketahanan pangan nasional yang adaptif dan berkelanjutan.
Collections
- DT - Business [384]
