View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perencanaan Skenario Peningkatan Kinerja Perusahaan melalui Optimalisasi Pengelolaan Inovator: Studi Kasus di Pupuk Indonesia Group

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.073Mb)
      Fulltext (2.103Mb)
      Lampiran (878.9Kb)
      Date
      2026
      Author
      Maulana, Sischa
      Ma'arif, Mohamad Syamsul
      Ekananta, Arry
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Latar belakang dari penelitian ini adalah terdapatnya kebutuhan peningkatan kinerja perusahaan yang disebabkan adanya gap kinerja antara kondisi kinerja perusahaan saat ini dan visi perusahaan di masa depan yaitu a leading global agrosolution and integrated chemical company. Selain itu terdapat tantangan bisnis perusahaan untuk dapat tetap bertumbuh dalam situasi perubahan kebijakan pupuk bersubsidi di Indonesia yang mengarah ke market to market. Kebutuhan untuk peningkatan kinerja tidak terelakkan disebabkan kondisi produktivitas inovator saat ini masih fokus pada upaya peningkatan kinerja secara rutin, bukan pada hal-hal yang berdampak strategis di perusahaan. Dibutuhkan usulan strategi yang dapat menjawab tantangan perusahaan dalam skala jangka pendek dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan skenario peningkatan kinerja perusahaan melalui optimalisasi pengelolaan inovator dengan studi kasus pada PT Pupuk Indonesia (Persero) Group. Metode penelitian ini menggunakan mix method yaitu gabungan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan analisis deskriptif, pengujian Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS), serta pendekatan kualitatif menggunakan perencanaan skenario berbasis kerangka TAIDA (Tracking–Analysing–Imaging–Deciding–Acting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting inovator berada pada kategori sangat baik, ditandai dengan tingkat motivasi kerja, keterikatan kerja, dan learning agility yang tinggi. Motivasi kerja inovator terutama dipengaruhi oleh kualitas hubungan dengan pimpinan, peningkatan keterampilan, dan kesempatan berprestasi. Pada keterikatan kerja, dimensi vigor dan dedication memiliki peran lebih dominan dibandingkan absorption, sedangkan pada learning agility inovator, lebih didominasi signifikan oleh dimensi people agility, mental agility, dan change agility. Dari hasil penelitian ini juga diketahui bahwa terdapat kebutuhan pengembangan result agility dari inovator Pupuk Indonesia yang masih fokus pada aspek kepatuhan (compliance), resource, delivery, dan waktu. Adapun untuk produktivitas terhadap kepuasan stakeholders dan mutu (quality) masih perlu dikembangkan. Disebabkan kondisi ini, maka kinerja perusahaan lebih berdampak pada kinerja operasional dibandingkan dengan kinerja keuangan. Pengujian model SEM-PLS membuktikan bahwa motivasi kerja, keterikatan kerja, dan learning agility berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja inovator, dengan learning agility sebagai faktor paling dominan. Learning agility merupakan faktor penggerak produktivitas kerja inovator yang selanjutnya terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dan berperan sebagai variabel mediasi utama dalam mengonversi faktor-faktor individual menjadi kinerja korporasi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja perusahaan tidak terjadi secara langsung, melainkan melalui penguatan produktivitas inovator. Selain itu, kinerja operasional terbukti memiliki dampak yang lebih besar terhadap kinerja perusahaan dibandingkan kinerja keuangan. Adapun variabel lain seperti keterikatan kerja inovator sangat stabil dalam kondisi yang penuh tekanan atau nyaman dalam bekerja. Hal ini membuktikan inovator di Pupuk Indonesia Group sangat terikat dalam bekerja khususnya dalam menghasilkan inovasi yang disebabkan memiliki karakteristik vigor dan dedication dalam bekerja. Namun, untuk kebutuhan produktivitas selanjutnya, dibutuhkan pengembangan terhadap aspek kenyamanan inovator dalam bekerja yang ditandai dengan keterserapan (absorption) inovator yang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan 2 (dua) dimensi keterikatan lainnya. Berdasarkan analisis kuantitatif tersebut, penelitian ini menghasilkan empat skenario strategis, yaitu skenario optimis, semi optimis, semi pesimis, dan pesimis, yang disusun berdasarkan kombinasi kondisi produktivitas inovator dan kinerja perusahaan. Variabel produktivitas kerja dan kinerja perusahaan merupakan variabel yang memiliki tingkat dengan ketidakpastian tinggi jika dibandingkan dengan variabel penelitian lainnya, sehingga variabel tersebut dijadikan tolak ukur analisa scenario planning pada penelitian ini. Rangkuman strategi yang penelti usulkan untuk kondisi perusahaan ini adalah scale up dan sustain melalui coaching innovation with leader untuk skenario optimis di perusahaan (produktivitas inovator tinggi dan kinerja perusahaan tinggi). Strategi convertion and alignment produktivitas inovator dan kinerja perusahaan untuk scenario semi optimis (produktivitas inovator tinggi dan kinerja perusahaan rendah). Strategi kick-start productivity melalui peningkatan faktor-faktor penggerak produktivitas inovator di perusahaan seperti optimalisasi learning agility, keterikatan kerja, dan motivasi kerja untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan di masa depan. Strategi berikutnya yaitu Turnarround karena dibutukan evaluasi dalam segala bidang khususnya untuk tren-tren yang menurunkan produktivitas inovator dan kinerja perusahaan. Fokus pada learning agility dan keterikatan kerja sebagai penggerak utama dan stabilizer inovator dalam bekerja, hal-hal yang menurunkan kinerja operasional, dan lakukan evaluasi tidak hanya bersifat intervensi melainkan evaluasi sistem. Keempat skenario tersebut memberikan kerangka manajerial yang adaptif bagi perusahaan dalam mengelola inovator menghadapi dinamika lingkungan bisnis di masa depan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya learning agility sebagai penggerak utama produktivitas, keterikatan kerja sebagai faktor stabilitas kinerja, dan motivasi kerja sebagai faktor pendukung keberlanjutan produktivitas inovator, serta menempatkan perencanaan skenario sebagai instrumen strategis dalam pengambilan keputusan peningkatan kinerja perusahaan.
       
      This study aims to formulate scenario planning for improving corporate perfor-mance through the optimization of innovator management, using a case study of PT Pupuk Indonesia (Persero) Group. The research employs a mixed-method ap-proach, combining quantitative and qualitative methods. The quantitative ap-proach includes descriptive analysis and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) testing, while the qualitative approach applies scenario planning based on the TAIDA framework (Tracking–Analysing–Imaging–Deciding–Acting). The results indicate that the existing condition of innovators is categorized as very good, as reflected by high levels of work motivation, work engagement, and learning agility. Innovators’ work motivation is mainly influenced by the quality of relationships with leaders, skill development, and opportunities for achieve-ment. In terms of work engagement, the dimensions of vigor and dedication play a more dominant role than absorption. Meanwhile, learning agility among inno-vators is significantly driven by people agility, mental agility, and change agility. The findings also reveal a need to further develop innovators’ result agility at Pupuk Indonesia, as current productivity is still focused on compliance, re-sources, delivery, and time. Productivity related to stakeholder satisfaction and quality remains an area requiring improvement. Consequently, corporate perfor-mance is more strongly reflected in operational performance than in financial performance. SEM-PLS model testing confirms that work motivation, work engagement, and learning agility have a significant effect on innovators’ work productivity, with learning agility as the most dominant factor. Learning agility acts as the primary driver of innovators’ productivity, which in turn significantly affects corporate performance and serves as the main mediating variable in converting individual factors into corporate performance. These findings emphasize that improvements in corporate performance do not occur directly but are achieved through strengthening innovator productivity. Furthermore, operational performance has a greater impact on corporate performance than financial performance. Other variables, such as innovators’ work engagement, tend to remain stable under both high-pressure and comfortable working conditions, indicating a strong level of attachment among innovators at Pupuk Indonesia Group, particularly in produc-ing innovation due to their vigor and dedication. However, to further enhance productivity, improvements are needed in innovators’ comfort at work, as re-flected by relatively lower absorption compared to the other two engagement di-mensions. Based on the quantitative analysis, this study produces four strategic scenarios—optimistic, semi-optimistic, semi-pessimistic, and pessimistic—developed from combinations of innovator productivity and corporate performance conditions. Innovator productivity and corporate performance are identified as variables with the highest level of uncertainty compared to other research variables, and thus serve as the main axes in the scenario planning analysis. The proposed strategies include scale up and sustain through innovation coaching with leaders for the optimistic scenario (high innovator productivity and high corporate perfor-mance); conversion and alignment between innovator productivity and corporate performance for the semi-optimistic scenario (high innovator productivity and low corporate performance); kick-start productivity by strengthening key produc-tivity drivers such as learning agility, work engagement, and work motivation to maintain corporate performance sustainability; and a turnaround strategy requir-ing comprehensive evaluation, particularly of trends that reduce innovator productivity and corporate performance. This turnaround strategy focuses on learning agility and work engagement as the main drivers and stabilizers of inno-vator performance, addresses factors that reduce operational performance, and emphasizes systemic evaluation rather than merely intervention-based actions. Collectively, these four scenarios provide an adaptive managerial framework for managing innovators in response to future business dynamics. Overall, this study highlights the importance of learning agility as the primary driver of productivity, work engagement as a performance stability factor, and work motivation as a supporting factor for sustaining innovator productivity, while positioning scenario planning as a strategic instrument for decision-making in improving corporate performance.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172330
      Collections
      • MT - Business [4087]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository