Strategi Optimalisasi Peran dan Fungsi Divisi Human Capital Pasca Sentralisasi Organisasi di PT XYZ
Date
2026Author
SARI, VINA KARTIKA
Ma'arif, Mohamad Syamsul
Sukmawati, Anggraini
Metadata
Show full item recordAbstract
Menghadapi tantangan bisnis yang semakin cepat dan berkembang,
mendorong perusahaan untuk senantiasa bertahan dengan melakukan perubahan.
Perubahan tersebut meliputi banyak aspek diantaranya menerapkan langkahlangkah strategis yang dipandang dapat mendorong perusahaan kearah transformasi
maupun inovasi organisasi melalui sentralisasi menjadi pendekatan yang semakin
relevan bagi perusahaan besar, termasuk PT XYZ sebagai salah satu perusahaan
anggota Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pertambangan. Sentralisasi
fungsi Human Capital (HC) dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi
kebijakan, dan koordinasi lintas unit yang sebelumnya berjalan secara
terdesentralisasi. Namun, perubahan struktur ini juga membawa implikasi terhadap
peran, kewenangan, dan beban kerja Divisi Human Capital di seluruh Unit Bisnis.
Penelitian ini dilakukan untuk memahami perubahan tersebut secara menyeluruh
sekaligus merumuskan strategi optimalisasi pasca sentralisasi.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengumpulkan data primer
melalui wawancara dan kuesioner dari key person serta Subject Matter Expert
(SME) di bidang Human Capital. Data sekunder diperoleh dari dokumen
perusahaan dan literatur ilmiah terkait. Analisis dilakukan melalui kombinasi
metode deskriptif, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation
(EFE), analisis SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Fokus
utama adalah pada perubahan peran HC berdasarkan 10 indikator kinerja, seperti
kejelasan peran, kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi pusat–unit, efisiensi
proses, serta kualitas layanan HC.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentralisasi memberikan dampak positif
terutama pada kejelasan struktur peran, keseragaman kebijakan, serta peningkatan
peran Human Capital sebagai Centre of Excellence (CoE), Human Capital Business
Partner (HCBP), dan Human Capital Shared services. Meskipun demikian,
beberapa tantangan muncul dalam bentuk perlambatan proses administratif,
kebutuhan digitalisasi layanan, serta koordinasi yang belum optimal antara pusat
dan Unit Bisnis. Perubahan ini menunjukkan bahwa sentralisasi bukan hanya
penggabungan fungsi, tetapi transformasi mendasar terhadap desain organisasi dan
tata kelola HC.
Analisis IFE dan EFE mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
memengaruhi efektivitas sentralisasi HC. Faktor internal mencakup kompetensi
HC, kesiapan sistem, dan budaya organisasi, sedangkan faktor eksternal meliputi
perkembangan teknologi, regulasi pemerintah, tekanan persaingan industri, dan
peningkatan tuntutan produktivitas. Kombinasi faktor tersebut dirumuskan ke
dalam SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang
perlu ditangani dalam strategi optimalisasi.
Melalui QSPM, strategi dengan tingkat daya tarik tertinggi adalah: (1) Penguatan
kapabilitas HC sebagai mitra strategis (strategic partner) melalui peningkatan
peran HCBP, (2) Standardisasi proses dan kebijakan HC secara terpusat melalui
CoE, (3) Digitalisasi serta otomatisasi layanan HC melalui model shared services
dan (4) Pengembangan kompetensi HC untuk mendukung transformasi 4.0,
termasuk penggunaan HR analytics. Strategi-strategi tersebut direkomendasikan
sebagai langkah utama untuk memastikan bahwa sentralisasi tidak hanya
meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kontribusi strategis Human Capital
terhadap pencapaian tujuan bisnis PT XYZ
Organizational transformation through centralization has become an
increasingly relevant approach for large corporations, including PT XYZ as a stateowned enterprise in the mining sector. The centralization of Human Capital (HC)
functions was implemented to enhance efficiency, policy consistency, and crossunit coordination that previously operated in a decentralized manner. However, this
structural shift also carries implications for the roles, authorities, and workloads of
the Human Capital Division across Business Units. This research was conducted to
examine these changes comprehensively and formulate optimization strategies
following centralization.
This study employs a descriptive approach by collecting primary data
through interviews and questionnaires with key persons and Subject Matter Experts
(SMEs) in Human Capital. Secondary data were obtained from corporate
documents and relevant academic literature. The analysis utilized a combination of
descriptive methods, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation
(EFE), SWOT analysis, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
The research focuses on shifts in HC roles based on ten performance indicators,
including role clarity, decision-making speed, central–unit coordination, process
efficiency, and the quality of HC service delivery.
The results indicate that centralization has yielded positive outcomes,
particularly regarding clearer role structures, standardized policies, and
strengthened Human Capital functions within the Centre of Excellence (CoE),
Human Capital Business Partner (HCBP), and Human Capital Shared services
models. Nevertheless, several challenges emerged, such as slower administrative
processes, the need for greater digitalization, and suboptimal coordination between
the central office and business units. These findings highlight that centralization is
not merely the merging of functions but a fundamental transformation of
organizational design and HR governance.
IFE and EFE analyses further identify internal and external factors
influencing the effectiveness of HC centralization. Internal factors include HC
competencies, system readiness, and organizational culture, while external factors
encompass technological advancements, government regulations, competitive
pressures in the industry, and increasing productivity demands. These factors were
mapped into a SWOT framework to outline strengths, weaknesses, opportunities,
and threats that must be addressed in the optimization strategy. Through the QSPM
analysis, the strategies with the highest attractiveness scores are: (1) Strengthening
HC capabilities as strategic partners through an enhanced HRBP role, (2)
Standardizing HR policies and processes centrally through the Centre of Excellence
(CoE), (3) Advancing digitalization and automation of HC services via shared
services, and (4) Developing HC competencies to support the 4.0 transformation,
including the use of HR analytics. These strategies are recommended as priority
initiatives to ensure that centralization not only improves efficiency but also
elevates the strategic contribution of Human Capital to PT XYZ’s business
objectives
Collections
- MT - Business [4087]
