Keanekaragaman dan Nilai Ekonomi Musuh Alami pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat: Studi Kasus di Kalimantan Barat dan Riau
Date
2026Author
Oktaviani, Dewi Caesaria
Sartiami, Dewi
Maryana, Nina
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelapa sawit merupakan komoditas penghasil minyak nabati terbesar di dunia, Indonesia menjadi negara produsen sawit terbesar sebagai sumber devisa bagi negara. Namun keberadaan perkebunan kelapa sawit tidak pernah terlepas dari isu negatif pada lingkungan, seperti deforestrasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan habitat bagi serangga termasuk musuh alami. Perkebunan kelapa sawit yang bersertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) disebut sebagai perkebunan yang berkelanjutan, karena telah mempraktikkan budi daya yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Musuh alami memberikan manfaat sebagai layanan ekosistem yang sangat penting untuk menjaga kestabilan pada suatu ekosistem, termasuk perkebunan kelapa sawit. Salah satu contoh musuh alami yang digunakan untuk mengendalikan hama di perkebunan kelapa sawit adalah Sycanus sp. (Hemiptera: Reduviidae). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mempelajari keterkaitan antara sertifikasi perkebunan kelapa sawit dengan keanekaragaman musuh alami, 2) Mempelajari interaksi antara hama kelapa sawit dengan musuh alami, 3) Memprediksi nilai ekonomi musuh alami pada perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dan Riau.
Pengambilan sampel serangga dengan menggunakan tiga metode yaitu beating sheet dengan luas lahan sekitar satu sampai dua meter, sebanyak lima plot RSPO dan lima plot non-RSPO. Pengambilan dengan sweep net lebar area transek 1,8 m, panjang sekitar 10 m sebanyak 10 ayunan ganda. Wawancara petani kelapa sawit yang terdiri dari 61 petani RSPO dan 60 non-RSPO. Hasil kelimpahan musuh alami ditemukan sebanyak 641 individu dengan 67 mofospesies. Tipe pengelolaan lahan perkebunan baik RSPO maupun non-RSPO pada tidak memberikan perbedaan terhadap keberadaan musuh alami. Keberadaan musuh alami masih menjalankan peran melalui interkasi parasitoid Eulophidae sp.11 mampu memarasit empat jenis hama sawit Paleacrita vernata, Hidari irava, Negeta chlorocota, dan Lymantria sp. Aphelinidae sp.1 parasitoid kelompok Hemiptera, ditemukan dapat memarasit ulat P. vernata. Musuh alami predator Sycanus sp. memberikan hasil dari nilai ekonomi berupa biaya kerugian produksi, biaya pestisida, serta biaya sosial yang dapat dihindari. Nilai ekonomi predator Sycanus sp. dapat mencegah kerugian produksi hasil panen kelapa sawit pada lahan RSPO di Riau sebesar Rp11.104.325,00 ha/tahun lebih besar dari lahan non-RSPO. Hal serupa juga ditemukan di perkebunan kelapa sawit RSPO di Kalimantan Barat yang dapat menghemat Rp9.597.440,00 ha/tahun.
Collections
- MT - Agriculture [4039]
