Arahan dan Strategi Pengembangan Wilayah Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Dharmasraya
Abstract
Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian daerah, namun juga mendorong perubahan penggunaan lahan yang perlu dikendalikan secara terencana. Keterbatasan lahan yang sesuai dan tuntutan keberlanjutan menuntut adanya kajian mengenai ketersediaan dan kesesuaian lahan sebagai dasar pengembangan wilayah perkebunan kelapa sawit.
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan rencana dan strategi pengembangan komoditas kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya sebagai salah satu komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian daerah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit, serta adanya dinamika perubahan penggunaan lahan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan pembangunan wilayah. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis perubahan penggunaan lahan tahun 2014, 2019, dan 2024 menggunakan citra Lansad 8 dengan pendekatan Object Based Image Analysis (OBIA), serta prediksi penggunaan lahan tahun 2034 menggunakan model Cellular Automata–Markov (CA-Markov). Selanjutnya dilakukan analisis potensi lahan melalui evaluasi kesesuaian lahan, ketersediaan lahan, dan penentuan prioritas pengembangan yang disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penyusunan strategi pengembangan wilayah dilakukan dengan pendekatan SWOT-AHP, yaitu penggabungan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan SWOT, berdasarkan pandangan para pemangku kepentingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2014–2024 telah terjadi perubahan penggunaan lahan yang cukup signifikan di Kabupaten Dharmasraya. Perkebunan kelapa sawit merupakan penggunaan lahan yang paling dominan, namun mengalami penurunan luas akibat konversi lahan menjadi pemukiman, lahan terbuka, dan fungsi lainnya. Sebaliknya, luas pemukiman masyarakat dan kawasan hutan cenderung mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan wilayah. Hasil prediksi penggunaan lahan tahun 2034 menunjukkan peningkatan yang signifikan pada luas pemukiman masyarakat, sementara lahan terbuka, sawah, dan perkebunan kelapa sawit diperkirakan akan terus mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih ketat agar tidak terjadi degradasi lahan produktif dan konflik penggunaan lahan di masa mendatang.
Analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa Kabupaten Dharmasraya memiliki potensi lahan yang cukup besar untuk pengembangan komoditas kelapa sawit, terutama pada kelas sangat sesuai, sesuai, dan cukup sesuai. Analisis ketersediaan dan prioritas lahan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah masih memungkinkan untuk dikembangkan dengan tetap memperhatikan batasan kawasan lindung dan kebijakan RTRW. Berdasarkan hasil analisis SWOT-AHP, strategi pengembangan wilayah diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan yang sesuai, peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peremajaan tanaman, penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur pendukung, serta pengendalian alih fungsi lahan guna mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Kata kunci : CA-Markov, perubahan penggunaan lahan, prediksi penggunaan lahan, OBIA, SWOT-AHP. The development of oil palm plantations in Dharmasraya Regency has made a substantial contribution to regional economic growth; however, it has also accelerated land-use changes that require planned and controlled management. Limited availability of suitable land and increasing sustainability demands necessitate a comprehensive assessment of land availability and land suitability as a fundamental basis for oil palm plantation development. This study aims to support the formulation of effective and sustainable development directions and strategies for oil palm plantations that are consistent with spatial planning policies.
This study aims to formulate development directions and strategies for oil palm plantation areas in Dharmasraya Regency as a leading agricultural commodity that plays a significant role in the regional economy. The study is motivated by the high dependence of local communities on the agricultural sector, particularly oil palm plantations, and the dynamic land-use changes that may impact sustainable regional development. The research methods include an analysis of land use changes in 2014, 2019, and 2024 using Landsat 8 imagery with an Object-Based Image Analysis (OBIA) approach, as well as land use prediction for 2034 using the Cellular Automata–Markov (CA-Markov) model. Furthermore, a land potential analysis was conducted through land suitability evaluation, land availability assessment, and development priority determination, all of which were aligned with the Regional Spatial Plan (RTRW). Development strategies were formulated using the SWOT - AHP approach, which integrates the Analytic Hierarchy Process (AHP) and SWOT analysis based on stakeholder perspectives.
The results indicate that significant land use changes occurred in Dharmasraya Regency during the 2014–2024 period. Oil palm plantations remain the dominant land use; however, their area has decreased due to land conversion into residential areas, open land, and other uses. In contrast, residential areas and forest land have expanded in tandem with population growth and regional development activities. The land use projection for 2034 shows a substantial increase in residential areas, while open land, rice fields, and oil palm plantations are predicted to continue declining. This condition highlights the need for stricter land use control to prevent the degradation of productive land and potential land use conflicts in the future.
Land suitability analysis reveals that Dharmasraya Regency possesses considerable land potential for oil palm development, particularly within highly suitable, suitable, and moderately suitable classes. Land availability and priority analyses indicate that large areas can still be developed while respecting protected areas and spatial planning regulations. Based on the SWOT-AHP analysis, development strategies emphasize optimizing suitable land use, improving productivity through intensification and replanting, strengthening institutional capacity and human resources, developing supporting infrastructure, and controlling land conversion to support sustainable regional development.
Keywords: CA-Markov, land use change, land use prediction, OBIA, SWOT-AHP.
Collections
- MT - Agriculture [4039]
