Pengembangan Strategi Bisnis Laboratorium Pengujian Pangan PT ABC
Date
2026Author
FEBRIYANTO, ALEXANDER
Asikin, Zenal
Asnawi, Yudha Heryawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri laboratorium pengujian pangan di Indonesia mengalami perkembangan pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan dan penerapan regulasi pemerintah yang semakin ketat. Laboratorium PT ABC sebagai penyedia layanan pengujian pangan menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas pertumbuhan pendapatan karena kontribusi omzet layanan pengujian pangan menunjukkan tren penurunan dan jumlah order juga menurun dari tahun ke tahun. Kondisi ini berdampak pada fluktuasi pertumbuhan perusahaan, sehingga menimbulkan kesenjangan antara capaian aktual dan target jangka menengah hingga jangka panjang. Situasi ini menandakan bahwa strategi bisnis yang dijalankan belum sepenuhnya efektif, sehingga dibutuhkan perumusan strategi pengembangan bisnis yang lebih terarah agar laboratorium mampu memperkuat daya saing, mempertahankan pelanggan, dan menangkap peluang pasar pengujian pangan yang semakin kompetitif.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi bisnis eksisting, menganalisis faktor internal dan eksternal, merumuskan strategi alternatif pengembangan bisnis, serta menentukan strategi prioritas untuk Laboratorium Pangan PT ABC. Metode yang digunakan mengacu pada tiga tahap perumusan strategi David (2020), yaitu tahap input (Internal Factor Evaluation dan External Factor Evaluation), tahap pencocokan (Matriks Internal-External dan SWOT), dan tahap keputusan menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Pengumpulan data primer melalui metode observasi, wawancara mendalam, serta survei kepada 4 orang responden internal dan 3 orang responden eksternal yang dipilih secara purposive sampling. Analisis internal menggunakan VRIO (Valuable, Rare, Inimitable, Organized) untuk mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan, sedangkan analisis eksternal memanfaatkan PESTEL dan Porter’s Five Forces untuk menyusun peluang dan ancaman secara komprehensif.
Strategi bisnis eksisting PT ABC menekankan konsistensi mutu layanan, efisiensi biaya untuk menjaga daya saing harga, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan melalui layanan responsif dan relasi jangka panjang. Strategi ini didukung inovasi dan perluasan parameter uji, serta pemasaran dan kemitraan untuk menjaga reputasi, memperluas pasar, dan mempertahankan daya saing. Namun, strategi tersebut masih perlu dikembangkan agar laboratorium lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan pasar.
Hasil identifikasi internal menunjukkan kekuatan PT ABC berada pada aspek operasional dan pengembangan layanan, seperti biaya pengujian yang kompetitif, efisiensi biaya alat dan bahan kimia, sistem tunjangan kinerja berbasis performa, kemampuan mengembangkan parameter uji sesuai kebutuhan pasar, serta responsivitas terhadap tren dan regulasi. Namun, perusahaan masih menghadapi kelemahan pada aspek pemasaran dan relasi pelanggan, terutama rendahnya brand awareness, kesulitan mengaktifkan kembali pelanggan pasif, pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan, konsistensi evaluasi mutu, dan penguatan retensi
pelanggan. Dari sisi eksternal, peluang perusahaan didorong oleh perubahan kebijakan standar gizi, pertumbuhan industri makanan minuman, meningkatnya kesadaran keamanan pangan, transformasi digital, kewajiban uji laboratorium eksternal untuk izin edar BPOM, serta tuntutan pasar atas kualitas hasil dan kecepatan; sementara ancaman berasal dari tekanan ekonomi, isu pengelolaan limbah, serta meningkatnya intensitas persaingan dan kompetitor dengan parameter lebih lengkap serta harga kompetitif.
Laboratorium pengujian pangan PT ABC berada pada posisi hold and maintain, sehingga strategi yang direkomendasikan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk sebagai dasar perumusan strategi alternatif. Strategi prioritas yang terpilih adalah menciptakan diferensiasi pasar melalui pengembangan parameter pengujian yang lebih lengkap dan spesifik dibandingkan laboratorium pesaing. Strategi prioritas berikutnya mencakup optimalisasi alat dan bahan kimia untuk meningkatkan efisiensi biaya dan meminimalkan limbah sebagai nilai tambah sekaligus mitigasi risiko lingkungan, serta pengembangan sistem reminder otomatis berbasis siklus perizinan BPOM untuk mengaktifkan kembali pelanggan pasif yang nomor izin edarnya akan kedaluwarsa. Pelaksanaan strategi ini menekankan percepatan pengembangan ruang lingkup uji yang dibutuhkan pasar, efisiensi komponen biaya, penguatan keunggulan layanan berbasis mutu dan kecepatan, serta penyelarasan aktivitas pemasaran dan retensi pelanggan agar diferensiasi tersebut efektif dalam meningkatkan daya saing dan pertumbuhan laboratorium.
Collections
- MT - Business [4081]
