Heterogenitas Lanskap dan Pengaruhnya pada Struktur dan Komposisi Hymenoptera Parasitika di Empat Tipe Tata Guna Lahan
Date
2026Author
Maulidya, Aulia
Damayanti
Hidayat, Purnama
Maryana, Nina
Metadata
Show full item recordAbstract
Konversi hutan hujan dataran rendah menjadi perkebunan karet dan kelapa sawit telah mengubah struktur ekologis lanskap dan memengaruhi komunitas Hymenoptera parasitika yang berperan penting sebagai musuh alami. Banyak penelitian telah dilakukan untuk menilai dampak perubahan tata guna lahan pada skala lokal, tetapi penelitian-penelitian tersebut belum mengintegrasikan peran heterogenitas lanskap dalam membentuk dinamika komunitas parasitoid pada skala regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap kekayaan dan kelimpahan Hymenoptera parasitika, menganalisis pengaruh heterogenitas lanskap dalam membentuk struktur dan komposisi Hymenoptera parasitika di empat tipe tata guna lahan, serta menilai pengaruh struktur vegetasi lokal dan faktor lanskap terhadap kelimpahan dan kekayaan Hymenoptera parasitika. Penelitian dilaksanakan pada 124 plot yang tersebar di lanskap Hutan Harapan dan Taman Nasional Bukit Duabelas, Provinsi Jambi. Lokasi penelitian mencakup empat tipe tata guna lahan, yaitu hutan, semak belukar, perkebunan karet, dan perkebunan kelapa sawit. Pengambilan sampel Hymenoptera parasitika dilakukan menggunakan metode canopy fogging dan Winkler extraction.
Sebanyak 13.152 individu dari 29 famili Hymenoptera parasitika berhasil dikoleksi pada seluruh tata guna lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tata guna lahan pada skala lokal memengaruhi kelimpahan individu, tetapi tidak memengaruhi kekayaan famili Hymenoptera parasitika. Habitat alami dan semi-alami, yaitu hutan dan semak belukar, memiliki kelimpahan Hymenoptera parasitika lebih tinggi dibandingkan perkebunan karet dan kelapa sawit. Struktur komunitas Hymenoptera parasitika pada seluruh tipe tata guna lahan didominasi oleh famili Braconidae dan Scelionidae, serta secara fungsional didominasi oleh parasitoid telur dan parasitoid larva. Komposisi komunitas Hymenoptera parasitika berbeda antar tipe tata guna lahan, dengan tingkat kemiripan yang lebih tinggi antara hutan dan semak belukar dibandingkan dengan perkebunan karet dan kelapa sawit. Struktur vegetasi lokal dan faktor lanskap memengaruhi kekayaan dan kelimpahan Hymenoptera parasitika. Peningkatan kekayaan jenis pohon (tree richness) meningkatkan kelimpahan individu dan kekayaan famili, peningkatan rasio tutupan kanopi (canopy ratio) meningkatkan kelimpahan individu, sedangkan peningkatan ketercampuran petak tata guna lahan (interspersion and juxtaposition index) menurunkan kelimpahan individu.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa habitat alami dan semi-alami, khususnya hutan dan semak belukar, berperan penting sebagai habitat penyangga bagi komunitas Hymenoptera parasitika pada lanskap pertanian tropis. Temuan ini juga menegaskan bahwa kualitas struktur vegetasi lokal, terutama kekayaan jenis pohon dan rasio tutupan kanopi, berperan dalam mempertahankan komunitas Hymenoptera parasitika pada lanskap yang mengalami intensifikasi penggunaan lahan.
Collections
- MT - Agriculture [4039]
