Strategi Bisnis Berkelanjutan PT XYZ untuk Meningkatkan Daya Saing dalam Memasuki Era Blue Ammonia
Date
2026Author
Zulmi, Muhammad Indra
Zulbainarni, Nimmi
Sartono, Bagus
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini merumuskan strategi keberlanjutan PT XYZ untuk memasuki bisnis amonia biru sebagai jalan transisi energi rendah karbon. Latar belakangnya adalah meningkatnya permintaan global, penguatan kebijakan dekarbonisasi, dan rencana retrofit pabrik amonia dengan carbon capture and storage (CCS). Di sisi internal, tren kinerja terbaru menegaskan perlunya langkah yang menstabilkan arus kas dan meningkatkan bankability proyek agar tetap menarik bagi pembeli dan pemodal. Penelitian menutup kesenjangan peta jalan perusahaan menuju emisi lebih rendah dengan menimbang pasar, teknologi, dan tata kelola. Tujuan utama ialah memetakan faktor eksternal dan internal, merumuskan alternatif, serta menetapkan prioritas strategi yang siap dieksekusi secara bertahap selaras dengan kesiapan teknis dan komersial.
Desain penelitian memakai mixed methods dengan pemindaian industri melalui Porter’s Five Forces dan PESTLE, serta telaah kapabilitas dengan RBV/VRIO. Formulasi disusun melalui integrasi SWOT dan TOWS agar isu eksternal dan kekuatan internal bertemu pada pilihan yang realistis dan nyata. Pemeringkatan prioritas memakai AWOT berbasis AHP sehingga alternatif dinilai secara terstruktur. Penilaian ahli dilakukan dengan pairwise comparison dan rasio konsistensi CR kurang dari atau sama dengan 0,10 agar hasil andal. Validasi diperkuat lewat focus group discussion sehingga bobot dan urutan strategi dipertanggungjawabkan. Data dihimpun dari studi dokumen dan wawancara terstruktur, lalu diolah dengan Super Decisions dan triangulasi. Seluruh langkah diarahkan untuk menghasilkan daftar strategi terukur dan selaras dengan ambang kelayakan proyek dan kesiapan operasional.
Hasil menunjukkan dimensi ancaman paling memengaruhi tujuan, disusul peluang, kekuatan, lalu kelemahan. Prioritasnya mencakup offtake jangka panjang bernilai premium melalui HoT dan SPA take-or-pay, kesiapan sertifikasi dan MRV lintas skema, serta keandalan CCS dengan SLA. Pembiayaan transisi untuk menurunkan cost of capital dan menjaga arus kas. Standardisasi, integrasi logistik, dan penguatan kapasitas komunitas melengkapi kebijakan. Kebaruan riset menegaskan tiga pengungkit pra FID yang berjalan serempak, yakni offtake jangka panjang, sertifikasi dan MRV siap audit, serta CCS andal. Implikasi praktis berupa rencana aksi ringkas yang meminimalkan risiko utama. Kontribusi ilmiah memperkaya kajian strategi transisi energi.
Collections
- MT - Business [4068]
