Pengembangan Indirect ELISA Untuk Menguji Keberadaan Antibodi Gallibacterium anatis Pada Ayam Petelur
Date
2026Author
Jannah, Raudatul
Indrawati, Agustin
Murtini, Sri
Kurnia, Ryan Septa
Metadata
Show full item recordAbstract
Gallibacterium anatis merupakan bakteri patogen yang menyebabkan gallibacteriosis pada unggas. Infeksi oleh G. anatis menyebabkan penurunan produksi telur hingga 30% dan epididimitis pada ayam jantan. Kejadian infeksi G. anatis dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan digolongkan sebagai Emerging disease. Variabilitas genomik dan fenotipik antar isolat lapang, menjadi tantangan dalam pengembangan diagnostik dan vaksin yang efektif. Metode deteksi berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) selama ini lebih berfokus pada identifikasi agen penyakit, sementara data serologis G. anatis, khususnya di Indonesia masih terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan dan menyeleksi antigen G. anatis isolat lokal sebagai protein deteksi pada uji indirect Enzyme Link Immunosorbant Assay (ELISA) serta untuk memperoleh gambaran seroprevalensi G. anatis
Penelitian diawali dengan karakterisasi isolat arsip secara biologis dan molekular. Isolat selanjutnya digunakan untuk pembuatan vaksin oil adjuvant untuk imunisasi serta produksi sel bakteri untuk ekstraksi antigen. Sampel antigen hasil perlakuan diukur konsentrasi antigennya dengan UV-Spektrofotometer, kemudian dianalisis dengan SDS-PAGE dan Western blotting. Serum kontrol positif digunakan dalam proses optimasi in-house ELISA, yang selanjutnya diterapkan menggunakan serum sampel lapang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan indirect ELISA untuk menguji keberadaan antibodi G. anatis berhasil dilakukan. Berdasarkan hasil optimasi, antigen dengan perlakuan sonikasi pada konsentrasi 7,1 µg/mL terpilih sebagai kandidat optimal sebagai coating. Antigen sonikasi juga menunjukan risiko reaksi silang yang lebih rendah dibanding perlakuan lain. Pengujian konjugat antibodi sekunder diperoleh optimal pada pengenceran 1:8000 dan menghasilkan rasio P/N tertinggi (4,07) dengan background noise minimal.
Berdasarkan pengamatan uji patogenisitas, gejala klinis berupa pembengkakan pada infraorbital dan nassal discharge mulai muncul pada hari ke-2 pasca infeksi, dengan peningkatan gejala dominan pada kelompok infeksi antara hari ke-6 hingga ke-14. Sementara itu, pada kelompok transmisi gejala klinis terjadi pada hari ke-8 hingga ke-10 sebelum menurun pada hari ke-12 dan ke-14. Uji patogenisitas menunjukkan nilai S/P kelompok infeksi berada pada rentang 0,047–0,204, dengan nilai cut-off masing-masing 0,156 (±2SD) dan 0,189 (±3SD). Hasil sensitivitas dan spesifisitas yang diperoleh masing-masing 85% dan 94%. Pada pengujian in-house ELISA dari 56 serum lapang diperoleh nilai seroprevalensi G. anatis 64%
Collections
- MT - Veterinary Science [977]
