Kesiapan Menikah, Penyesuaian Pernikahan, Kualitas Perkawinan pada Keluarga Menikah Usia Anak
Abstract
Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan angka pernikahan usia anak tertinggi di Asia Pasifik. Pernikahan usia anak salah satu faktor ekonomi dan pendidikan yang rendah. Pernikahan usia anak kerap berakhir dengan perceraian karena kurangnya kesiapan menikah. Ketidaksiapan menikah ini berdampak pada kesulitan penyesuaian pernikahan. Sulitnya dalam penyesuaian pernikahan berdampak pada kualitas perkawinan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik keluarga, kesiapan menikah, penyesuaian pernikahan, pembagian peran suami-istri, serta kualitas perkawinan pada keluarga yang menikah pada usia anak. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik keluarga, kesiapan menikah, dan penyesuaian pernikahan dengan kualitas perkawinan pada keluarga yang menikah pada usia anak, serta menganalisis pengaruh kesiapan menikah dan penyesuaian pernikahan terhadap kualitas perkawinan pada keluarga yang menikah pada usia anak. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya pada 120 responden istri yang menikah usia anak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, wilayah dengan permohonan dispensasi kawin tertinggi di provinsi tersebut. Pengumpulan data dilakukan Juni–Juli 2024 menggunakan teknik purposive sampling melalui kantor desa, KUA, RT, penghulu, kader posyandu. Analisis data dilakukan dengan Microsoft Excel dan SPSS 25.0, menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi Pearson, dan uji pengaruh menggunakan SEM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia menikah responden 17,8 tahun dengan selisih usia pasangan 6,1 tahun, mayoritas berpendidikan Sekolah Menengah Pertama dengan pendapatan keluarga per kapita Rp738.291. Hampir semua suami berperan sebagai pencari nafkah utama dan pencari kerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan istri mendominasi pada peran rumah tangga (domestik) serta peran sosial kemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan menikah berada pada kategori sedang, sementara tingkat penyesuaian pernikahan kategori tinggi, dan kualitas perkawinan berada pada kategori sedang. Kesiapan menikah memiliki hubungan positif signifikan dengan penyesuaian pernikahan dan kualitas perkawinan. Penyesuaian pernikahan memiliki hubungan positif signifikan dengan kualitas perkawinan. Kesiapan menikah berpengaruh langsung positif signifikan terhadap penyesuaian pernikahan dan berpengaruh tidak langsung positif signifikan terhadap kualitas perkawinan melalui penyesuaian pernikahan. penyesuaian pernikahan berpengaruh langsung positif signifikan terhadap kualitas perkawinan.
Collections
- MT - Human Ecology [2415]
