STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DENGAN PENDEKATAN EKOWISATA DI KECAMATAN BIREM BAYEUN DAN RANTAU SELAMAT KABUPATEN ACEH TIMUR
Abstract
RIZAL FAHMI. Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove dengan Pendekatan Ekowisata di Kecamatan Birem Bayeun dan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur. Dibimbing oleh FREDINAN YULIANDA dan GATOT YULIANTO.
Ekosistem mangrove di Kecamatan Birem Bayeun dan Rantau Selamat memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekologi pesisir, namun saat ini menghadapi tekanan akibat pemanfaatan lahan, aktivitas masyarakat, dan kurang optimalnya tata kelola lingkungan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas ekosistem dan menuntut hadirnya strategi pengelolaan yang adaptif dan berbasis masyarakat melalui pendekatan ekowisata yang berkelanjutan.
Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu: (1) menganalisis kondisi ekosistem mangrove serta potensi kawasan untuk pengembangan ekowisata mangrove di Kecamatan Birem Bayeun dan Rantau Selamat, dan (2) menentukan prioritas masalah, solusi, dan strategi pengelolaan ekosistem mangrove berbasis ekowisata.
Data dikumpulkan melalui survei lapangan menggunakan plot kuadrat pada tingkat pohon, pancang, dan semai untuk menilai struktur vegetasi melalui Indeks Nilai Penting (INP). Penilaian kesesuaian kawasan dilakukan menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dengan mempertimbangkan variabel biofisik, aksesibilitas, dan kondisi lingkungan. Analisis daya dukung kawasan dihitung berdasarkan kapasitas ruang kunjungan, durasi penggunaan, dan karakteristik lintasan wisata. Data sosial pendukung diperoleh melalui wawancara masyarakat untuk melihat persepsi dan dukungan terhadap pengembangan ekowisata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove didominasi oleh Rhizophora sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp. Analisis kesesuaian kawasan menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah penelitian berada pada kategori sangat sesuai (S1) untuk pengembangan ekowisata mangrove, dengan luas mencapai 4.526 ha (99,84%). Daya dukung kawasan juga menunjukkan kapasitas yang memadai untuk aktivitas ekowisata tanpa menimbulkan tekanan ekologis berlebih. Secara keseluruhan, kawasan penelitian memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai ekowisata mangrove berbasis masyarakat, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan, pengelolaan adaptif, serta kolaborasi dengan masyarakat untuk keberlanjutan ekosistem.
Kata Kunci: Daya Dukung Kawasan, Ekowisata Mangrove, Prioritas Pengelolaan.
Collections
- MT - Fisheries [3214]
