Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Di Pt. Dwi Sejahtera Perkasa Bandung Barat
Date
2025Author
Hakim, Alif Ilman
Purwanto, Bagus Priyo
Husyairi, Khoirul Aziz
Metadata
Show full item recordAbstract
PT Dwi Sejahtera Perkasa (DSP Farm) merupakan perusahaan peternakan yang berkecimpung di bidang penggemukan sapi dan domba. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji tingkat profitabilitas, efisiensi pemanfaatan pakan melalui perhitungan Feed Conversion Ratio (FCR), serta mengidentifikasi permasalahan dan strategi pengembangan berkelanjutan pada usaha penggemukan sapi potong di PT Dwi Sejahtera Perkasa, Kabupaten Bandung. Metode penelitian dalam studi ini mempergunakan studi kasus yang didukung oleh pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi.
Permasalahan utama yang dihadapi meliputi fluktuasi harga pakan dan bakalan sapi, keterbatasan manajemen pencatatan produksi, serta belum optimalnya sistem sanitasi dan pemeliharaan kandang. Strategi pengembangan berkelanjutan yang direkomendasikan mencakup efisiensi manajemen pakan dengan diversifikasi sumber bahan baku lokal, peningkatan biosekuriti, penerapan teknologi digital dalam pencatatan dan monitoring produksi, serta penguatan kemitraan dengan peternak sekitar. Dengan penerapan strategi tersebut, usaha penggemukan sapi potong di PT Dwi Sejahtera Perkasa berpotensi berkembang secara ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. PT Dwi Sejahtera Perkasa (DSP Farm) is a livestock company engaged in
cattle and sheep fattening. This study aims to analyze the profitability level, feed
efficiency through the calculation of the Feed Conversion Ratio (FCR), and to identify
operational challenges and sustainable development strategies in the beef cattle fattening
business at PT Dwi Sejahtera Perkasa, Bandung Regency. The research used a case study
approach with descriptive quantitative methods. Data were collected through direct
observation, interviews, and documentation.
The main challenges faced include fluctuations in feed and cattle prices, limited
production record management, and suboptimal barn maintenance and sanitation
systems. Recommended sustainable development strategies include improving feed
management efficiency through diversification of locally sourced feed ingredients,
strengthening biosecurity, adopting digital technology for production recording and
monitoring, and building partnerships with local farmers. Through these strategies, the
beef cattle fattening business at PT Dwi Sejahtera Perkasa has the potential to grow
sustainably in economic, social, and environmental aspects.
