Perubahan Tutupan Lahan Pascatumpahan Minyak di Suaka Margasatwa Pulau Rambut
Date
2025Author
DEWANTI, ANINDYA PUTRI
Prasetyo, Lilik Budi
Mardiastuti, Ani
Metadata
Show full item recordAbstract
Tumpahan minyak Karawang, Jawa Barat, Juli 2019, berdampak hingga
Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR). Studi ini menganalisis perubahan
tutupan lahan pascatumpahan minyak (2019–2021), kesehatan mangrove terkini
(2025), serta merumuskan strategi pengelolaan hutan mangrove. Klasifikasi tutupan
lahan dengan algoritma Maximum Likelihood (ML) pada citra SPOT-6/7, divalidasi
dengan citra drone dan ground check, serta dilakukan uji akurasi dengan Kappa.
Hasil klasifikasi mencapai tingkat kesepakatan tinggi (85,66% (2019), 81,40%
(2020), 82% (2021)). Luas tutupan mangrove diperkirakan 18,80 ha (2019),
meningkat ke 21,15 ha (2020), dan sedikit menurun ke 18,84 ha (2021). Klasifikasi
kesehatan mangrove menunjukkan proporsi 88,84% luasan memiliki kondisi
mangrove sehat dan rapat (NDVI), sedangkan proporsi MHI sebesar 76,76%
menunjukkan kondisi mangrove sedang. Hasil data lapangan yang diperoleh, yakni
12 dari 13 plot MHI berkategori sedang. Keseluruhan, temuan ini menunjukkan
bahwa tumpahan minyak 2019 tidak mengakibatkan penurunan signifikan atau
permanen pada luasan mangrove SMPR. Karawang oil spill, West Java, July 2019 had an impact on the Rambut Island
Wildlife Reserve (SMPR). This study analyses post-oil spill land cover changes
(2019–2021), current mangrove health (2025), and formulates mangrove forest
management strategies. Land cover classification used the ML algorithm on SPOT
6/7 imagery, validated with drone imagery and ground checks, and accuracy was
tested using Kappa. The classification results achieved a high level of agreement
(85,66% (2019), 81,40% (2020), 82% (2021)). The mangrove coverage area was
estimated at 18,80 ha (2019), increasing to 21,15 ha (2020), and slightly decreasing
to 18,84 ha (2021). Mangrove health classification shows that 88,84% of the area
has healthy and dense mangroves (NDVI), while 76,76% of the MHI indicates
moderate mangrove conditions. The field data obtained showed that 12 out of 13
MHI plots were classified as moderate. Overall, these findings suggest that the 2019
oil spill did not result in a significant or permanent decline in the mangrove area of
SMPR.
