Strategi Pemasaran Taman Wisata Alam Angke Kapuk Berbasis Digital
Date
2025Author
Kalsum, Shaqila
Soekmadi, Rinekso
Shalihati, Fithriyyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK) merupakan salah satu
destinasi ekowisata di Jakarta Utara, yang mengalami penurunan jumlah
pengunjung signifikan pasca pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan
rekomendasi strategi pemasaran digital yang tepat guna meningkatkan daya tarik
dan jumlah kunjungan. Data yang dikumpulkan meliputi pandangan pengunjung
terhadap pemasaran TWAAK dan kinerja pengelolaan TWAAK. Data
dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara, kuesioner, dan observasi. Data
dianalisis menggunakan SWOT dan prioritas rekomendasi QSPM. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung TWAAK berasal dari kelompok
usia 17–25 tahun (70,8%), didominasi oleh pelajar dan mahasiswa (50%), dan
mayoritas mengetahui informasi mengenai TWAAK melalui media sosial
Instagram (60%). Daya tarik utama kunjungan adalah suasana alami dan kegiatan
penanaman mangrove (49,1%), sementara penjualan tiket masih didominasi secara
offline (84,3%). Prioritas rekomendasi yang akan diterapkan TWAAK berdasarkan
hasil akhir analisis QSPM adalah meningkatkan promosi untuk lawan pesaing PIK. Angke Kapuk Nature Tourism Park (TWAAK) is one of the conservation
based ecotourism destinations in North Jakarta, which has experienced a significant
decrease in the number of visitors post-pandemic. This study aims to formulate
recommendations for appropriate digital marketing strategies to increase the
attractiveness and number of visits. The data collected includes visitors' views on
TWAAK's marketing and TWAAK's management performance. Data collected
through literature studies, interviews, questionnaires, and observations. The data
analyzed using SWOT and QSPM recommendation priority. The results showed
that most of TWAAK's visitors came from the age group of 17–25 years old
(70.8%), dominated by students and college students (50%), and the majority knew
information about TWAAK through Instagram social media (60%). The main
attraction of the visit was the natural atmosphere and mangrove planting activities
(49,1%), while ticket sales were still dominated offline (84,3%). The priority
recommendations that TWAAK will implement based on the final results of the
QSPM analysis are to increase promotions for PIK competitors.
