Analisis Kepuasan Pelaku UMKM terhadap Penjaminan Kredit Produktif Mikro PT Jamkrindo pada Wilayah DKI Jakarta
Abstract
Penjaminan kredit produktif mikro PT Jamkrindo mengalami penurunan.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan volume penjaminan kredit produktif
mikro melalui analisis kepuasan pelanggan dengan Customer Satisfaction Indeks
(CSI) dan pemetaan terhadap atribut dengan Importance Performance Analysis
(IPA) serta penerapan strategi evaluasi dan dilakukan analisis kelayakan dari sisi
aspek finansial. Hasil CSI didapatkan 80,99% yang masuk dalam kategori
“memuaskan”. Hasil IPA menunjukkan atribut 3 (promosi penjaminan yang
menarik), 12 (percepatan penyelesaian penjaminan), 17 (karyawan memahami
kebutuhan khusus UMKM), 18 (perhatian personal ke UMKM), 19 (flexibilitas
pengajuan penjaminan), dan 20 (biaya administrasi dan bunga yang ringan) masuk
ke kuadran I prioritas utama dan atribut 4 (tampilan antarmuka atau pelayanan
digital yang mudah dipahami) masuk dalam kuadran III prioritas rendah.
Berdasarkan hasil IPA dirumuskan 3 strategi evaluasi upaya peningkatan
penjaminan, kemudian pemilihan alternatif strategi menggunakan Analytical
Hierarchy Process (AHP) hasil strategi evaluasi administrasi yang dipilih. Serta
dilakukan analisis finansial melalui R/C rasio didapatkan nilai 1,37. The guarantee micro-productive credit products PT Jamkrindo have
experienced a significant yearly decline. This study aims to increase the volume of
micro-productive credit guarantees through customer satisfaction analysis using
the Customer Satisfaction Index (CSI) and attribute mapping with Importance
Performance Analysis (IPA), followed by strategic evaluation
implementation and financial feasibility analysis. The CSI result reached 80.99%,
categorizing it as "Satisfactory". IPA results indicate that Attribute 3 (attractive
guarantee promotions), 12 (expedited guarantee settlement), 17 (staff
understanding of specific MSME needs), 18 (personalized attention to MSMEs), 19
(application flexibility), and 20 (low administrative fees and interest) into Quadrant
I (top-priority), while Attribute 4 (user-friendly digital service interface) belongs
to Quadrant III (low-priority). Based on IPA findings, three guarantee enhancement
strategies were formulated. Subsequent strategy selection using the Analytical
Hierarchy Process (AHP) identified an administrative evaluation strategy for
implementation. Financial analysis yielded an R/C ratio of 1,37.
