Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Starter untuk Perbaikan Kualitas Tomat Beef di Agrotani Lembang
Date
2025Author
Erlangga, Avrahersatiadi Ricco Galang
Faturokhman, Muh.
Metadata
Show full item recordAbstract
AVRAHERSATIADI RICCO GALANG ERLANGGA. Pemanfaatan Mikroorganisme
Lokal sebagai Starter untuk Perbaikan Kualitas Tomat Beef di Agrotani Lembang.
Dibimbing oleh MUH FATUROKHMAN.
Produktivitas dan kualitas tomat beef di Agrotani Lembang terhambat
patogen tular tanah, menghasilkan buah berkualitas rendah. Data menunjukkan
proporsi tomat kualitas sedang dan tomat yang ditolak dengan total 36,5% dari
produksi. Harga jual tomat ini berkisar Rp4.000-Rp7.000/kg, jauh di bawah harga
tomat kualitas premium yang mencapai Rp17.000/kg. Penelitian ini menguji
efektivitas aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) humus bambu dalam
meningkatkan kualitas, kuantitas hasil panen, serta kelayakan finansialnya. Metode
eksperimental komparatif digunakan untuk menganalisis hasil panen dan jumlah
buah secara statistik dan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOL
humus bambu secara signifikan meningkatkan total proporsi buah panen kualitas
premium meningkat menjadi 60% dibandingkan kontrol yang 43,9%. Uji
independent samples t-test (t=-3,546; Cohen’s d=-1,27) mengindikasikan adanya
perbedaan efek yang besar. Secara finansial, penggunaan MOL sangat layak dengan
laba bersih yang lebih tinggi dan rasio R/C 2,44. Mengadopsi praktik budidaya
dengan penambahan starter kompos MOL pada media tanam di seluruh anggota
Asosiasi Agrotani Lembang.
Kata kunci: Kualitas, mikroorganisme lokal, profitabilitas, tomat beef AVRAHERSATIADI RICCO GALANG ERLANGGA. The Utilization of Local
Microorganisms as a Starter for Improving the Quality of Beef Tomatoes at
Agrotani Lembang. Supervised by MUH FATUROKHMAN.
Beef tomato productivity and quality at Agrotani Lembang are hindered by
soil-borne pathogens, leading to low-quality fruits. Data indicate that the proportion
of medium-quality and rejected tomatoes totals 36,5% of the production. The
selling price for these tomatoes ranges from Rp4.000-Rp7.000/kg, significantly
below the premium quality tomatoes which fetch Rp17.000/kg. This study
investigated the effectiveness of applying Local Microorganisms (MOL) from
bamboo humus in enhancing yield quality, quantity, and financial feasibility. A
comparative experimental method was employed to statistically and financially
analyze harvest results and fruit counts. The research findings demonstrate that
MOL bamboo humus significantly increased the total proportion of premium
quality harvested fruits to 60% compared to the control group’s 43,9%. An
independent samples t-test (t=-3,546; Cohen’s d=-1,27) indicated a large effect size.
Financially, the use of MOL proved highly viable, yielding a higher net profit with
an R/C ratio of 2,44. Adopting cultivation practices incorporating MOL compost
starter in the growing media across all members of the Agrotani Lembang
Association.
Keywords: Beef tomato, local microorganisms, profitability, quality
