Strategi Pemasaran Air Minum Dalam Kemasan Perum Jasa Tirta Ii
View/ Open
Date
2020Author
Harimurti, Bambang Samudra
Ujang Sumarwan
Megawati Simanjuntak
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasar industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) beberapa tahun terakhir
ini semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan
jumlah penduduk dan masyarakat kelas menengah, semakin sulitnya akses akan air
bersih layak minum akibat penurunan kualitas air yang disebabkan oleh kerusakan
lingkungan dan pencemaran, hingga alasan kepraktisan, mendorong konsumsi AMDK
tumbuh rata-rata 12.5 persen per tahun selama 2009-2014. Asosiasi perusahaan air
minum dalam kemasan Indonesia (Aspadin) mencatat volume penjualan AMDK pada
2009 sebesar 12.8 miliar liter dan meningkat menjadi 23.1 miliar liter pada 2014.
Hingga triwulan I-2015, penjualan AMDK melonjak sampai 5.8 miliar liter.
Perum Jasa Tirta II (PJT II) sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara
yang berbentuk Perusahaan Umum (Perum), berupaya untuk mencoba memasuki pasar
air minum dalam kemasan dengan target memenuhi permintaan pasar di wilayah Jawa
Barat, untuk itu sejak tahun 2013 dibentuklah unit usaha pengelolaan AMDK yang
berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. PJT II mengangkat Brand “Jatiluhur” sebagai
merek dagang produk dengan spesialisasi produk “Demineral water”.
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah
Mengevaluasi kinerja dari berbagai faktor yang menyebabkan AMDK PJT II tidak
optimal, mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal AMDK PJT II.Serta Membuat
formulasi strategi pemasaran AMDK PJT II dalam meningkatkan keunggulan
kompetitif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan kinerja
perusahaan menurun disebabkan oleh market share dan penjualan yang rendah (tidak
sesuai target) serta biaya distribusi yang tinggi. Kondisi lingkungan internal dan
eksternal perusahaan berada pada kuadran V (menjaga dan mempertahankan) dengan
skor IFE sebesar 2.41 dan skor EFE sebesar 2.96. Hasil analisis BCG melihat bahwa
AMDK PJT II dalam kondisi Question Mark dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi
namun market share yang masih rendah.
Alternatif strategi yang dihasilkan matriks QSPM menghasilkan 6 strategi
besar yaitu. (1) Meningkatkan penjualan melalui Sinergi BUMN (2) Melakukan
pembentukan anak usaha sebagai leader konsolidasi usaha AMDK yang dimiliki
oleh BUMN (3) Mengembangkan distribusi dengan jaringan distributor (4)
Optimalisasi dan sinkronisasi kegiatan operasional, pemasaran, dan logistik (5)
meningkatkan kuantitas dan kompetensi SDM dan ICT dalam mendukung bisnis
AMDK (6) Melakukan kegiatan pemasaran yang berkelanjutan untuk menciptakan
brand awareness dan meningkatkan image pasar AMDK khususnya pemasaran
pada skala nasional
Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah rencana-rencana kegiatan
strategik tersebut dirumuskan kedalam rencana strategik selama lima tahun kedepan
(2020-2023)
Collections
- MT - Business [4069]
