Perencanaan Sumberdaya Manusia Tenaga Kependidikan Pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen Ipb
Abstract
Pada perguruan tinggi terdapat dua jenis SDM yaitu tenaga pendidik atau
disebut juga dosen, dan tenaga kependidikan. Fokus penelitian ini hanya akan
berkisar pada tenaga kependidikan atau sering disebut tendik. Penelitian ini
dilaksanakan dengan responden yaitu populasi seluruh tendik PNS maupun Non
PNS pada FEM IPB. Penelitian ini menggunakan tiga alat analisis sebagai alat
bantu untuk menentukan apakah tendik yang ada di FEM telah sesuai dengan yang
seharusnya dibutuhkan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas seperti yang
dibutuhkan dan menentukan strategi yang tepat terhadap perencanaan SDM tendik
di FEM tersebut.
Berdasarkan analisis beban kerja dengan melakukan perhitungan Full Time
Equivalent terhadap seluruh tendik yang ada maka dapat disimpulkan bahwa
jumlah tendik yang ada pada FEM saat ini belum sesuai dengan yang dibutuhkan,
dimana seiiring berkembanganya FEM keberadaan manpower planning yang dirilis
oleh Direktorat SDM tersebut sudah tidak relevan lagi namun kondisi tendik
eksisting saat ini yang berjumlah 97 orang pun telah banyak berlebih, dimana
seharusnya jumlah tendik berdasarkan analisis adalah sebanyak 81 orang.
Sedangkan dari sisi kualitas, dengan menggunakan analisis gap kompetensi.
Beberapa tendik masih mempunyai gap kompetensi baik kompetensi inti maupun
kompetensi manajerial, baik berdasarkan penilaian atasan maupun penilaian diri
sendiri. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya perbaikan bertahap terhadap
penguasaan kompetensi tendik. Alat analisis terakhir yang digunakan adalah
analisis AHP yang digunakan untuk mencari strategi perencanaan SDM untuk
tendik di FEM saat ini. Penyelesaian permasalah perencanaan SDM tendik FEM
saat ini dan bagaimana strategi yang harus diterapkan terkait dengan masih adanya
tendik yang berlebih dengan beban kerja yang underload dan gap kompetensi yang
relatif tinggi, berdasarkan analisis AHP diperoleh alternatif strategi yang hendaknya
dilakukan diantaranya adalah penerapan pelatihan (0,262), perbaikan sistem reward
(0,232), pembinaan (0,202), pendidikan (0,151), penerapan punishment (0,086) dan
yang terakhir adalah melakukan rekutmen (0,067), dan dengan aktor-aktor priotitas
yang berpengaruh dalam perencanaan SDM tendik di FEM yaitu, Direktur SDM
(0,403), Dekan FEM (0,333) maupun para Ketua Departemen (0,264).
Implikasi manajerial dari penelitian ini diantaranya adalah, adanya kerjasama
menyeluruh antar pemangku kebijakan terkait beban kerja setiap unit yang
nyatanya memiliki karakteristik yang berbeda, perlu ada pembuatan kamus
kompetensi dan analisis jabatan untuk setiap jabatan pekerjaan tendik, sebagai salah
satu cara menuju manajemen SDM berbasis kompetensi yang sedang digalakan.
Kebijakan pengurangan tendik dapat dilakukan tentu dengan mengedepankan
peraturan yang berlaku, dan perlu dikaji pula dampak dari pengurangan tersebut.
Collections
- MT - Business [4068]
