Pengaruh Surprise Makroekonomi Terhadap Volatilitas Return Saham Lq45
Abstract
Pengumuman berita makroekonomi menjadi salah satu pokok bahasan yang
menarik karena dapat mempengaruhi perubahan harga aset di pasar keuangan.
Harga aset di pasar keuangan akan menyesuaikan dengan informasi-informasi
yang diperoleh. Penyesuaian tersebut dapat over adjust atau under adjust dari
yang seharusnya, hal ini disebabkan oleh adanya keputusan beli dan jual oleh
investor atas informasi yang diterima guna memaksimalkan keuntungannya.
Adanya kejutan (surprise) dari pengumuman berita makroekonomi membuat
investor dengan cepat menyesuaikan ekspektasi yang sebelumnya dimiliki dengan
berita aktual yang baru saja rilis sehingga menyebabkan terjadinya volatilitas pada
return aset. Volatilitas menggambarkan fluktuasi atau perubahan harga sekaligus
menggambarkan tingkat risiko dari sebuah pasar keuangan. Volatilitas yang tinggi
menandakan risiko yang tinggi, sebaliknya volatilitas yang rendah menandakan
risiko yang rendah.
Adanya globalisasi membuat investor tidak cukup hanya memerhatikan
pengumuman berita makroekonomi domestik saja, namun juga dipengaruhi oleh
gejolak ekonomi dan peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi di luar negeri
terutama pada negara-negara maju. Beberapa penelitian sebelumnya berhasil
menunjukkan bahwa return pasar keuangan di Indonesia bergejolak tidak hanya
karena adanya surprise dari pengumuman berita makroekonomi domestik, tetapi
juga surprise dari negara maju yakni United States (U.S.) Oleh karena itu, pada
penelitian ini surprise berita makroekonomi yang dianalisis terdiri dari berita
makroekonomi domestik (suku bunga acuan Bank Indonesia, consumer price
index, trade balance, dan gross domestic product) serta berita makroekonomi U.S.
(consumer price index, producer price index, ISM manufacturing, dan
unemployment).
Objek penelitian akan difokuskan pada saham-saham yang aktif
diperdagangkan dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar yang tergolong dalam
saham LQ45. Saham LQ45 dipilih karena memenuhi kriteria likuiditas yang baik,
kapitalisasi pasar yang besar, frekuensi perdagangan yang tinggi dan prospek
pertumbuhan serta kondisi keuangan yang baik. Total saham yang diteliti
berjumlah 25 saham yang dipilih karena konsisten berada dalam indeks LQ45
selama periode penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
pengaruh surprise positif (negatif) dari pengumuman berita makroekonomi U.S.
dan domestik terhadap volatilitas return saham-saham LQ45 tersebut. Sehingga
investor dapat mengetahui mana saham-saham yang sangat bergejolak dan
berisiko serta bagaimana menyikapinya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa surprise negatif suku bunga acuan
Bank Indonesia, surprise positif trade balance Indonesia, surprise positif CPI
U.S., dan surprise positif ISM Manufacturing U.S. berpengaruh signifikan
terhadap volatilitas indeks saham LQ45. Namun pengaruh surprise tersebut tidak
membuat pergerakan indeks bergejolak tinggi dan cenderung lebih stabil serta
tidak berisiko. Sementara apabila dianalisis pada masing-masing saham, terdapat
arah pengaruh yang berbeda-beda namun secara umum tetap mengikuti
pergerakan indeksnya. Investor harus dapat menilai profil risiko masing-masing
dan melakukan investasi sesuai dengan profil risikonya. Investor yang cenderung
menghindari risiko (risk averse) sebaiknya berinvestasi pada saham-saham yang
kurang berisiko atau memiliki voltilitas rendah saat kemunculan berita
makroekonomi seperti saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Lippo
Karawaci Tbk (LPKR) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Sebaliknya
investor yang lebih menerima risiko dapat berinvestasi pada saham-saham yang
banyak merespon kejadian surprise makroekonomi antara lain saham PT Astra
Agro Lestari Tbk (AALI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT. Media
Nusantara Citra Tbk (MNCN) atau dapat pula menerapkan strategi perdagangan
aktif yang memanfaatkan momentum volatilitas yang terjadi saat rilis surprise
berita makroekonomi tertentu guna memperoleh keuntungan pada waktu yang
tepat.
Collections
- MT - Business [4087]
