Analisis Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Harga Saham Sektor Pertanian Di Bursa Efek Indonesia
View/ Open
Date
2019Author
Puspitasari, Wahyu
Syaukat, Yusman
Irawan, Tony
Metadata
Show full item recordAbstract
Saham merupakan salah satu investasi yang diminati oleh investor. Saham
merupakan salah satu sekuritas diantara sekuritas‐sekuritas lainnya yang
mempunyai tingkat risiko yang tinggi. Risiko yang tinggi tercermin dari volatilitas
harga saham yang terjadi selama kurun waktu pengamatan tertentu. Dalam
perekonomian Indonesia, faktor makroekonomi secara tidak langsung turut
mempengaruhi indeks dan harga saham. Kondisi stabilitas makroekonomi ikut
serta dalam menimbulkan ketidakpastian fluktuasi harga saham di Bursa Efek
Indonesia. Variabel makroekonomi merupakan variabel yang dapat
mempengaruhi harga saham namun tidak dapat dikendalikan oleh para pelaku
usaha. Sektor pertanian di Indonesia selama kurun waktu lima tahun terakhir
memiliki pergerakan harga saham yang paling rendah disbanding sektor lain yaitu
sekitar -35.62%, hal ini diduga karena adanya pengaruh dari faktor
makroekonomi.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor makroekonomi
terhadap harga saham sektor pertanian di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari
penelitian ini adalah (1) menganalisis pergerakan harga saham emiten yang berada
di sektor pertanian (2) menganalisis pengaruh faktor makroekonomi terhadap
harga saham sektor pertanian periode tahun 2014 sampai 2018 (3) menganalisis
peramalan pergerakan harga saham sektor pertanian selama periode tahun 2019
dengan menggunakan trend analysis.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data
harga saham sektor pertanian setiap bulan serta data variabel makroekonomi
seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, harga minyak dunia, indeks produksi
industry dan variabel spesifik sektor yaitu harga CPO. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda dan trend analysis
dengan periode penelitian selama tahun 2014 -2018.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emiten AALI dan SMAR
merupakan emiten penggerak sektor dalam sektor pertanian. Selain itu penelitian
ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara inflasi, nilai
tukar dan harga minyak dunia sedangkan variabel suku bunga, indeks produksi
industri dan harga CPO tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan.
Pada tahun 2019, harga saham emiten AALI, LSIP, SGRO, JAWA, SIMP, SMAR
dan TBLA diprediksi akan meningkat sedangkan emiten DSNG, GZCO, ANJT,
PALM dan SSMS diprediksi akan menurun.
Collections
- MT - Business [4087]
