Pengaruh Kepuasan Kerja dan Keterikatan Karyawan Terhadap Intensi Keluar Di Restoran Karimata Tmii dan Sentul
View/ Open
Date
2019Author
Sari, Atika Permata
Hermawan, Aji
Affandi, Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Kuliner merupakan salah satu bisnis yang cepat berkembang saat ini.
Banyaknya jumlah restoran memiliki peran penting dalam meningkatkan
perekonomian nasional. Data BPS 2017 menunjukan jumlah Hotel, Restoran dan
Cafe (Horeca) terus mengalami kenaikan. Restoran dan cafe tumbuh 11% per tahun
dari rata-rata keseluruhan pertumbuhan Hotel, Restoran dan Cafe yang mencapai
19% per tahun. Data tersebut menjadi isyarat bahwa industri kuliner di Indonesia
kian meningkat setiap tahun khususnya diperkotaan.
Karimata merupakan salah satu restoran yang saat ini berlokasi di dua
tempat, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Sentul. Namun, kedua
lokasi tersebut memiliki tingkat turnover yang berbeda. Turnover TMII cenderung
lebih tinggi daripada Sentul. Dampak negatif turnover tersebut antara lain
penurunan kinerja perusahaan dan sulitnya mengganti karyawan dengan kinerja
yang sama. Untuk mengurangi tingginya turnover, perusahaan perlu mengetahui
tingkat kepuasan kerja dan keterikatan karyawan terhadap perusahaan, serta
mengetahui intensi keluar.
Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif pada variabel
kepuasan kerja, keterikatan karyawan, dan intensi keluar di Karimata cabang TMII
dan Sentul. Penelitian dilakukan dengan analisis kuantitatif. Data yang digunakan
berupa data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner secara langsung
kepada seluruh karyawan tetap. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus.
Data dianalisis dengan SEM (Structural Equation Modeling) menggunakan
software SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator yang berkontribusi
signifikan pada kepuasan kerja TMII adalah kesempatan promosi (0.801), penyelia
(0.900), dan rekan kerja (0.694), sedangkan pada Sentul adalah gaji (0.795) dan
rekan kerja (0.963). Indikator yang berkontribusi signifikan pada keterikatan
karyawan di TMII adalah kesungguhan (0.941), dedikasi (0.883), dan penghayatan
(0.973), sedangkan di Sentul adalah kesungguhan (0.995) dan penghayatan (0.885).
Indikator yang berkontribusi signifikan pada intensi keluar di TMII adalah mencari
pekerjaan lain (0.740) dan berfikir berhenti (0.964), sedangkan di Sentul adalah niat
keluar (0.974), mencari pekerjaan lain (0.970), dan berfikir berhenti (0.915).
Kepuasan kerja di TMII berpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan (-
0.886), sebaliknya di Sentul tidak. Keterikatan karyawan pada kedua lokasi juga
tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi keluar. Sebaliknya, kepuasan kerja
berpengaruh signifikan terhadap intensi keluar di TMII (-0.568) dan Sentul (-
0.697). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yaitu adanya perbedaan
signifikan pada variabel kepuasan kerja TMII dan Sentul. Kepuasan kerja Sentul
lebih tinggi (83.15) dibandingkan TMII (34.69). Sedangkan, variabel keterikatan
karyawan dan intensi keluar antara kedua cabang tidak berbeda signifikan serta
hanya kepuasan kerja yang berpengaruh terhadap intensi keluar di kedua tempat.
Collections
- MT - Business [4068]
