Analisis Efisiensi dan Produktivitas Bank Umum Syariah Di Indonesia
View/ Open
Date
2019Author
Jayanegara, Cepy Herfadiansyah
Anggraeni, Lukytawati
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Perbankan syariah di Indonesia sudah berdiri selama lebih dari tiga dekade
namun hingga tahun 2017 market share Bank Umum Syariah di Indonesia hanya
3,9%. Perkembangan Bank Umum Syariah yang relatif lambat perlu dikaji dari
sisi efisiensi dan produktivitasnya sebab Indonesia mempunyai visi untuk
pengembangan perbankan syariah di masa yang akan datang.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efisiensi dan produktivitas
Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2014-2017. Efisiensi yang dimaksud
adalah efisiensi teknis dan produktivitas yang dimaksud adalah Total Factor
Productivity. Metode yang digunakan adalah statistik nonparametrik Data
Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan Intermediasi asumsi Constant
Return to Scale (CRS). Analisis efisiensi menghasilkan skor efisiensi dan analisis
produktivitas menghasilkan Malmquist Productivity Index (MPI).
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dalam
bentuk panel data yaitu gabungan antara data cross section berupa 12 (dua belas)
Bank Umum Syariah di Indonesia dan data time series berupa data tahunan
periode 2014-2017. Variabel input adalah Dana Pihak Ketiga, Aset Tetap dan
Biaya Tenaga Kerja. Variabel output adalah Total Pembiayaan, Aset Lancar dan
Pendapatan Operasional Lainnya.
Hasil analisis terhadap 12 bank umum syariah di Indonesia selama tahun
2014-2017 yaitu rata-rata tingkat efisiensi bank umum syariah mengalami
kenaikan dari 82,4% pada tahun 2014 menjadi 84,9% pada tahun 2015, meningkat
menjadi 90,1% pada tahun 2016 dan menjadi 99,6% pada tahun 2017, Namun tren
peningkatan efisiensi tersebut tidak diikuti dengan tren peningkatan produktivitas.
Produktivitas bank umum syariah pada tahun 2014-2015 mengalami kenaikan
sebesar 8,5%, mengalami kenaikan pada tahun 2015-2016 sebesar 14,1%, namun
mengalami penurunan pada tahun 2016-2017 sebesar 8%. Secara rata-rata,
produktivitas bank umum syariah di Indonesia selama tahun 2014-2017 sebesar
4,4%.
Implikasi manajerial yang dapat disampaikan adalah secara umum bank
umum syariah sebaiknya meningkatkan portfolio aset lancar, menekan biaya
tenaga kerja dan mengurangi porsi kepemilikan aset tetap dengan sistem sewa.
Bank umum syariah juga perlu melakukan perluasan market share dengan cara
melakukan ekspansi pembiayaan dan optimaliasi layanan digital banking atau
melakukan merger.
Collections
- MT - Business [4066]
