Formulasi Strategi Distributor Alat dan Mesin Pertanian (Studi Kasus Pt Bina Pertiwi)
View/ Open
Date
2019Author
Gunawan, Asep Iwan
Baga, Lukman M.
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia sebagai negara agraris menghadapi tantangan bagaimana
meningkatkan produktivitas pertanian untuk memenuhi kebutuhan yang semakin
meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah
dengan mekanisasi pertanian. Untuk berjalannya mekanisasi pertanian dengan baik
perlu adanya alat-alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah yang memadai.
Dengan demikian di Indonesia alsintan menjadi salah satu bisnis yang masih cukup
besar peluangnya untuk berkembang. Keberadaan perusahaan distributor alsintan
yang sehat secara bisnis juga diharapkan menjadi salah satu pendukung
keberhasilan mekanisasi pertanian di Indonesia.
PT Bina Pertiwi (BP) adalah salah satu perusahaan swasta Indonesia yang
merupakan anak perusahaan PT United Tractors Tbk (UT). Bisnis utama
perusahaan ini adalah perdagangan alat dan mesin pertanian. Lini bisnis lainnya
adalah forklift, genset, mesin konstruksi dan yang terbaru adalah suku cadang
aftermarket alat berat. Dengan lini bisnis yang cukup beragam, perusahaan ini tidak
terlepas dari tantangan lambatnya pertumbuhan bisnis sebagai dampak adanya
perubahan eksternal dan internal. Pada periode tahun 2014 sampai dengan 2018 PT
Bina Pertiwi mengalami nilai pertumbuhan penjualan yang stagnan dan keuntungan
yang terus menurun.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menganalisis faktor-faktor strategis
lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis PT Bina
Pertiwi, 2) Merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan
pertumbuhan bisnis PT Bina Pertiwi, 3) Menyusun peta jalan (road map) strategi
PT Bina Pertiwi.
Metode yang dipakai terdiri atas analisis faktor strategis lingkungan eksternal
dengan kerangka Politic, Economy, Social, Technology, Environment, Legal
(PESTEL)serta 5 forces Porter dan internal dengan kerangka fungsional (pemasaran,
penjualan, operasi, keuangan, SDM), analisis External Factors Evaluation (EFE),
analisis Internal Factors Evaluation (IFE), analisis Internal External (IE, analisis
matriks SWOT, dan arsitektur strategik.
Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor strategis eksternal BP meliputi 6
peluang dan 6 ancaman. Adapun faktor-faktor strategis internal meliputi 5
kekuatan dan 4 kelemahan. Pada penelitian ini BP mendapatkan nilai EFE 2.617
dan nilai IFE 3.047. Posisi BP pada matriks IE adalah sel IV yang berarti grow &
build dengan pilihan strategi intensif dan integratif.
Hasil analisis SWOT memberikan BP beberapa strategi yang bisa dijalankan
yaitu berupa 7 strategi SO, 3 strategi ST, dan 5 srategi WO. Pilihan strategi tersebut
kemudian disusun dalam suatu arsitektur strategik untuk menjadi road map bagi BP
dalam 4 tahun ke depan menuju tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh
perusahaan.
Collections
- MT - Business [4068]
