Pengaruh Beauty Influencer Terhadap Brand Image, Konsep Diri dan Minat Beli Konsumen Kosmetik Makeover
View/ Open
Date
2019Author
Hermanda, Atika
Sumarwan, Ujang
Tinaprilla, Netti
Metadata
Show full item recordAbstract
Manfaat media sosial saat ini memunculkan tren terbaru dalam dunia
pemasaran yaitu word of mouth berupa social media influencer. Influencer
didefinisikan sebagai pihak yang membentuk perilaku audiensi melalui blog,
tweets, video dan postingan lain dalam media sosial (Scoble et al. 2006).
Influencer memiliki kemampuan untuk membentuk informasi yang dibutuhkan
oleh konsumen dengan cara yang mudah dirasakan dan dipahami oleh konsumen.
Influencer pada umumnya memiliki keahlian di bidangnya masing-masing
contohnya yaitu beauty influencer yang sering mengunggah review produk
kecantikan di media sosial. Saat ini banyak beauty influencer bermunculan di
media sosial karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk kosmetik.
Salah satu merk kosmetik di Indonesia yang sedang berkembang yaitu
Makeover. Makeover adalah produk kosmetik yang diluncurkan oleh PT Paragon
Technology and Innovation di tahun 2010. Fenomena maraknya beauty influencer
menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh kosmetik Makeover yang sejak awal
berdirinya tidak memasarkan produk melalui iklan konvensional di televisi namun
berkolaborasi dengan beauty influencer agar mereka melakukan review produk
Makeover di akun media sosial serta menggelar acara bersama seperti beauty
class dan meet and greet.
Penelitian ini menganalisis pengaruh beauty influencer terhadap minat beli
konsumen kosmetik Makeover dengan menggunakan brand image dan konsep
diri sebagai variabel intervening. Data yang diperoleh diolah menggunakan
Microsoft Excel 2013, SPSS versi 23.0 dan SEM SmartPLS 3.0. Teknik
pengambilan contoh yang digunakan adalah non probability sampling dengan
teknik convenience sampling. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan penelitian
terhadap 219 responden yaitu beauty influencer berpengaruh positif signifikan
terhadap brand image dan konsep diri namun tidak berpengaruh signifikan
terhadap minat beli secara langsung. Sementara itu pada variabel intervening,
brand image berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli sedangkan konsep
diri tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli.
Collections
- MT - Business [4087]
