Analisis Model Bisnis Kedai Kopi (Studi Kasus Di Klinik Kopi Yogyakarta)
View/ Open
Date
2019Author
Rahardjo, Budi
Hasbullah, Rokhani
Taqi, Fahim M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Sejalan dengan bertambahnya peminat kopi di Indonesia, saat ini mulai
bermunculan bisnis kedai kopi yang menyuguhkan keikmatan kopi lokal dengan cara
yang khas. Salah satu kedai kopi yang memiliki cara yang khas adalah klinik kopi.
Klinik Kopi menyuguhkan kopi lokal dan memberikan edukasi mengenai kopi dan
pengalaman tersendiri dalam menikmati kopi asli Indonesia pada konsumen yang
datang, hal ini merupakan ide dan keunikan dari Klinik Kopi yang membedakan Klinik
Kopi dengan kedai-kedai kopi yang lain. Namum persaingan pada bisnis dibidang food
and beverage sangat ketat dan menuntut para pelaku usaha didalammnya untuk terus
dapat meningkatkan kreatifitas dan melakukan inovasi agar bisnisnya terus
berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi deskripsi model bisnis kedai
Klinik Kopi saat ini, 2) menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
kegiatan usaha kedai Klinik kopi, 3) merumuskan strategi dan program perbaikan
sebagai pengembangan bisnis kedai kopi di Klinik Kopi Yogyakarta. Data yang
digunakan di dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh langsung dari
responden melalui kuesioner pada 50 pengunjung Klink Kopi, wawancara mendalam
dengan pemilik Klinik Kopi dan observasi. Data sekunder diperoleh dari studi literatur
mengenai kondisi lingkungan bisnis kedai kopi yang diambil dari jurnal, buku, maupun
peraturan pemerintah. Data diolah dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC),
analisis lingkungan internal dan eksternal, SWOT dan dianalisis secara deskriptif untuk
merumuskan strategi dan program pengembangan bisnis..
Hasil identifikasi gambaran model bisnis Klinik Kopi saat ini diketahui consumer
segment adalah kedai kopi lain, wisatawan, dan penikmat kopi. Value preposition
adalah seduhan kopi, interaksi pelanggan dan edukasi kopi, alat seduh kopi,
merchandise, makanan ringan, dan kenyamanan tempat. Channels adalah interaksi
langsung, web dan Tokopedia. Customer relationship adalah personal assistance,
media sosial, dan komunitas. Revenue stream diperoleh dari hasil penjualan seduhan
kopi dan biji kopi, penjualan alat seduh dan merchandise, serta makanan ringan. Key
Resources terdiri dari tangible resources dan intangible resources. Key activities
meliputi kegiatan persediaan, pembuatan alat seduh dan merchandise, pelayanan, dan
pemasaran. Key partnership adalah Kaloka Pottery, Dapur Tetangga, Moka POS, Bank
BCA dan Petani kopi. Cost structure terdiri dari pembelian bahan baku, biaya
operasional, gaji tenaga kerja, biaya pemasaran, biaya pengembangan. Faktor internal
yang mempengaruhi kegiatan Klink Kopi adalah karakter yang kuat, SOP kegiatan
usaha, hubungan pelanggan yang kuat, ketidak pastian dan mudah rusaknya bahan
baku, kemampuan manajemen yang baik, dan sumber keuangan yang kuat. Faktor
eksternal yang mempengaruhi kegiatan Klinik Kopi adalah: pada bidang kekuatan
pasar meliputi isu pasar, kebutuhan dan pendapatan segmen pasar, dan daya pikat
pendapatan, pada bidang kekuatan industri meliputi pemasok dan pelaku nilai rantai
lainnya, pada bidang tren kunci meliputi trenteknologi, tren regulasi, tren masyarakat
dan budaya, dan tren sosio-ekonomi, pada bidang kekuatan ekonomi makro pada pasar
global komoditas dan sumber daya lain. Rekomendasi strategi dan program perbaikan
yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian untuk pengembangan bisnis adalah
pengembangan elemen key resources.
Collections
- MT - Business [4068]
