Strategi Menghadapi Restrukturisasi Organisasi Di Pt Asdp Ferry Indonesia (Persero)
View/ Open
Date
2019Author
Susilo, Nugroho Wargo
Ma'Arif, M.Syamsul
Triyonggo, Yunus
Metadata
Show full item recordAbstract
Angkutan penyeberangan (ferry) dan kepelabuhanan adalah merupakan
salah satu komponen/bagian dari angkutan laut yang berfungsi sebagai “jembatan”
yang menghubungkan antara dua pulau yang relatif berdekatan. Dengan demikian
angkutan penyeberangan dan kepelabuhanan juga memiliki peranan yang sangat
vital dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang tidak tergantikan
(irreplaceable) yaitu aksesibilitas, kecuali membangun jembatan. PT. ASDP
Indonesia Ferry (Persero) selanjutnya PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero)
sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengkhususkan diri pada sektor
angkutan penyeberangan (ferry) dan kepelabuhanan. Dalam Mengemban tugas
yang berat ini, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) harus merumuskan langkahlangkah
strategis dalam menghadapi lingkungan bisnis yang semakin rumit untuk
dibaca dan disesuaikan agar dapat merealisasikan tanggung jawab sebagai BUMN
secara efektif dan efisien.
Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh restrukturisasi organisasi
terhadap iklim organisasi di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), menganalisis
pengaruh restrukturisasi organisasi terhadap kepuasan di PT. ASDP Indonesia
Ferry (Persero), menganalisis pengaruh restrukturisasi organisasi terhadap change
management di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), menganalisis pengaruh iklim
organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan di PT. ASDP Indonesia Ferry
(Persero), menganalisis pengaruh change management terhadap kepuasan di PT.
ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan memformulasikan strategi menghadapi
restrukturisasi organisasi di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Penelitian dilaksanakan di Kantor Pusat PT. ASDP Indonesia Ferry
(Persero) yang berlokasi di Jl. Jenderal Ahmad Yani Kavling 52 A Jakarta Pusat.
Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2018. Metode
pengumpulan data melalui wawancara dengan pakar dan kuesioner terhadap 123
responden karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero). Analisis yang digunakan
adalah Structural Equation Model (SEM) dan Analytical Hierarchy Process (AHP).
Analisis SEM melibatkan variabel eksogen yaitu restrukturisasi(X1) sedangkan
variabel endogen terdiri atas iklim organisasi (Y1) , kepuasan kerja (Y2) dan change
management (Y3).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel restrukturisasi organisasi,
berpengaruh secara nyata dan positif terhadap iklim organisasi dan change
management, pengaruh terbesar adalah terhadap change management 0.92 dan
pengaruh terhadap iklim organisasi 0.90. Sebaliknya terhadap kepuasan kerja tidak
nyata. Hal tersebut sejalan dengan hasil AHP yang dinilai oleh pakar yang
menghasilkan faktor terpenting dalam menghadapi restrukturisasi organisasi adalah
change management, kedua adalah iklim organisasi dan yang terendah adalah
kepuasan kerja. Hal tersebut menjadi masukan yang berarti untuk perusahaan
bahwa bahwa proses perubahan dalam organisasi perusahaan PT. ASDP
Indonesia Ferry (Persero) harus dilakukan secara tepat dan dirumuskan secara benar
demi kepentingan organisasi. Maka setiap perubahan dalam organisasi harus direncanakan dan dikelola dengan baik agar perubahan yang dilakukan dapat
berjalan secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Hasil hipotesis lain yang nyata adalah pengaruh iklim orgnaisasi terhadap
kepuasan kerja, sebagaimana yang dihipotesiskan diawal pembahasan. Hal ini dapat
diartikan bahwa kepuasan kerja yang tinggi ditentukan oleh iklim organisasi yang
baik dalam perusahaan. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka beberapa hal yang
dapat dilakukan untuk kebijakan manajemen perusahaan diantaranya, inisiatif
restrukturisasi organisasi PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan bentuk
antisipasi terhadap perkembangan teknologi, inovasi, dan digitalisasi yang berjalan
dengan cepat, sehingga berdampak terhadap kemajuan industri, ekspektasi
pelanggan, serta peta persaingan usaha agar perusahaan tetap dapat produktif dan
kompetitif. Perusahaan melakukan Decentralizing yakni menyerahkan beberapa
fungsi dan tanggung jawab kepada tingkat organisasi yang lebih rendah. PT. ASDP
Indonesia Ferry (Persero) mengawali langkah ini dengan melakukan perubahan
struktur organisasi satu tingkat di bawah Board of Directors dengan membuat
koordinator Vice President untuk unit kerja kantor pusat dan koordinator General
Manager yang berbagi menjadi 4 regional yakni barat, tengah, selatan dan timur.
Board of Directors menyerahkan beberapa fungsi dan tanggung jawab kepada
koordinator Vice President dan koordinator General Manager dengan tujuan agar
organisasi perusahaan lebih gesit (agile), efektif dan efisien mendukung tujuan
maksimalisasi kinerja perusahaan
Collections
- MT - Business [4068]
