Dampak Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Financial Distress Perusahaan Manufaktur Go Public Sub Sektor Makanan dan Minuman Tahun 2008-2017
View/ Open
Date
2019Author
Priadi, Raditya Arie
Sinaga, Bonar M.
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri manufaktur merupakan salah satu industri penting bagi negara
Indonesia karena berperan besar dalam mendorong percepatan pembangunan dan
pemerataan ekonomi nasional. Sub sektor makanan dan minuman merupakan sub
sektor pada sektor manufaktur dengan kontribusi dan tingkat pertumbuhan
terbesar. Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor
penting bagi perekonomian nasional.Umumnya pelaku usaha industri makanan
dan minuman menggunakan berbagai macam jenis pembiayaan untuk mendukung
usaha mereka seperti kredit bank, lembaga pembiayaan yang difasilitasi
pemerintah yaitu Lembaga Pembiayaan Industri yang mulai beroperasi pada tahun
2016,serta perolehan pembiayaan melalui dana publik dengan penerbitan saham
(go public) dan penerbitan obligasi atau surat utang.
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan menunjukan perusahaan
sub sektor makanan dan minuman sangat rentan mengalami financial distress, hal
tersebut dilihat dari pertumbuhan rasio DSC dari tahun 2010-2017 menunjukan
kondisi penurunan, yang terdapat lima dari tujuh perusahaan sampel mengalami
financial distress dengan rata-rata rasio DSC dibawah 1.2. Hal tersebut
dikarenakan menurun nya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
pembayaran kepada pihak bank sebagai penyadang dana dalam kegiatan usaha.
Financial distresssendiriadalah kondisi dimana hasil operasi perusahaan tidak
cukup untuk memenui kewajiban perusahaan (insolvency).Perusahaan manufaktur
yang bergerak di makanan dan minuman sangat membutuhkan modal besar untuk
menjalankan operasi usaha, sehingga pendanaan yang dibutuhkan tidak cukup jika
mengandalkan sumber pendanaan internal, sehingga memerlukan sumber
pendanaan eksternal salah satu nya pinjaman ke bank, pihak berelasi ataupun
perusahaan pendanaan lainya.Perusahaan yang menggunakan sumber pendanaan
eksternal berupa hutang menimbulkan suatu kewajiban yang harus dipenuhi pada
periode-periode yang akan datang berupa pembayaran pokok pinjaman beserta
bunganya, apabila pembayaran tersebut tidak dapat dipenuhi maka perusahaan
akan mengalami financial distress.
Model Financial distress perusahaan makanan dan minuman yang dibangun
dalam penelitian meupakan sistem persamaan yang terdiri dari 16 persamaan atau
16 variabel (G) dan total variable dalam model, yaitu variable endogen dan
variable predetermin 38 variabel (K). Jumlah variabel endogen dan eksogen yang
masuk dalam satu persamaan maksimal tertentu dalam model 6 variabel (M)
dengan demikian diperoleh hasil (K-M)>(G-1) sehingga dapat disimpulkan bahwa
seluruh persamaan structural dinyatakan terindintifikasi secara berlebih
(overidentified). Selanjutnya, metode estimasi model yang digunakan adalah
2SLS (Two Stage Least Square). Jenis data yang digunakan dalam penelitian
adalah data panel terdiri dari 7 perusahaan sub sektor makanan minuman yang
tedaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2008-2017.
Hasil penelitian menunjukan pada simulasi kondisi faktor eksternal yang
memburuk perlu dilakukan efisiensi harga pokok penjualan, beban umum
administrasi dan beban pemasaran penjualan dan meningkatkan aset lancar
melalui kas dan piutang untuk pembayaran hutang yang akan jatuh tempo serta
perlu dilakukan pengurangan pendanaan melalui faktor eksternal sehingga
perusahaan dapat terbebas dari kondisi financial distress sehingga debt service
coverage ratio meningkat.
Collections
- MT - Business [4088]
