Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Menjadi Subscriber Konten Youtube Channel (Kasus Pada Konten Asta And Kidz)
View/ Open
Date
2019Author
Putri, Marietta Krisnaya Nandika
Simanjuntak, Megawati
Yuliati, Lilik Noor
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat
mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Kehadiran internet seolah
menghilangkan batas jarak dan waktu untuk memperoleh informasi. Saat ini
internet tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi saja, melainkan juga
sebagai media pemasaran. Media sosial merupakan salah satu media yang
digunakan pebisnis melalui internet karena banyak konsumen yang menghabiskan
waktunya secara online melalui media tersebut. Salah satu media sosial yang
paling sering dikunjungi oleh pengguna internet adalah YouTube. Orang
menggunakan YouTube sebagai media untuk mencari hiburan, tutorial, review
produk, serta memperoleh informasi. Hal ini membuat YouTube digunakan
sebagai media untuk mempublikasikan berbagai video kreatif yang menghibur
serta informatif. Fenomena ini memunculkan peluang untuk menjalankan bisnis di
bidang konten melalui YouTube. AXY Studio, sebagai kreator konten YouTube
Channel Asta And Kidz yang bergerak di bidang content, menciptakan banyak
video lalu mempublikasikannya di YouTube. Hingga 21 Februari 2019, konten ini
telah memiliki 111.652 subscribers.
Penelitian ini menggunakan model UTAUT2 dengan pengembangannya.
Terdapat 11 variabel laten, antara lain performance expectancy, effort expectancy,
social influence, facilitating condition, hedonic motivation, habit, e-lifestyle,
promotion, behavioral intention to use, usage behavior, dan behavioral intention
to subscribe. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis karakteristik
responden pengguna konten Youtube Channel, menganalisis faktor yang
mempengaruhi minat menjadi subscriber pada konten YouTube Channel, serta
merumuskan implikasi manajerial untuk meningkatkan minat menjadi subscriber
konten YouTube Channel.
Proses pengambilan data dilaksanakan selama empat bulan yakni terhitung
dari bulan Mei 2018 sampai dengan Agustus 2018. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel dalam penelitian
ialah anak 7-12 tahun, baik yang semula merupakan subscriber kemudian berhenti
(unsubscribe), maupun yang aktif dalam konten tetapi bukan subscriber Asta And
Kidz. Penentuan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah non
probability sampling dengan teknik convenience sampling. Seluruh responden
diberikan kuisioner secara online dibantu dengan google form. Skala pengukuran
yang digunakan untuk menyatakan tanggapan dari responden terhadap setiap
pertanyaan yang diberikan adalah dengan menggunakan skala Likert. Teknik
pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah SEM-PLS serta
analisis deskriptif menggunakan software PLS 3.0.
Berdasarkan data yang diperoleh, responden pengguna konten terbanyak
adalah usia 9 sampai 12 tahun. Dari total 100 responden, 62 persen diantaranya
adalah perempuan. Secara demografi, mayoritas responden berdomisili di wilayah
Jabodetabek. Mayoritas pengguna konten Asta And Kidz adalah anak kedua dan
ketiga di dalam keluarganya (anak tengah).
Berdasarkan hasil pengujian convergent validity, diketahui lima indikator
variabel performance expectancy seluruhnya valid, tiga indikator variabel effort
expectancy seluruhnya valid, enam belas indikator variabel social influence valid
dan empat sisanya tidak valid, tiga indikator variabel facilitating condition
seluruhnya valid, tiga indikator variabel hedonic motivation seluruhnya valid,
delapan indikator variabel habit seluruhnya valid, satu indikator variabel elifestyle
tidak valid dan tiga indikator lainnya valid, empat indikator variabel
promotion seluruhnya valid, sepuluh indikator variabel behavioral intention to use
seluruhnya valid, sepuluh indikator variabel usage behaviour seluruhnya valid,
dan dua indikator variabel intention behaviour to subscribe seluruhnya valid.
Berdasarkan hasil pengujian terhadap R-Square (inner model), behavioral
intention to use mampu memberikan nilai sebesar 0.682, hal ini menandakan
bahwa variabel di dalam model hanya dapat mengambarkan sebesar 68.2 persen,
sementara sisa sebesar 31.8 persen berasal dari variabel di luar model. Pada model
usage behavior diketahui hanya mampu mengambarkan sebesar 0.62 atau 62
persen dari variabel di dalamnya, sementara sisanya sebesar 38 persen berasal dari
variabel di luar model. Pada model behavior to subscribe hanya mampu
tergambarkan sebesar 43.5 persen sementara sisanya sebanyak 56.5 persen
tergambarkan diluar model.
Hasil analisis menunjukkan bahwa performance expectancy, effort
expectancy, facilitating condition, hedonic motivation, e-lifestyle, dan promotion
tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention to use. Sementara itu,
habit dan social influence berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention to
use, behavioral intention to use berpengaruh signifikan terhadap usage behavior,
dan usage behavior berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention to
subscribe.
Implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh kreator dalam menaikkan
habit adalah dengan membuat jadwal upload video baru secara rutin dan konsisten
sehingga para viewers mengetahui jadwal upload video baru. Untuk
meningkatkan social influence, kreator hendaknya melakukan sosialisasi kepada
orang tua viewers melalui Facebook atau Instagram, berkolaborasi dengan
youtuber lain, serta mengajak viewers untuk membagikan atau menyebarkan
video yang telah ditonton di sosial media lainnya.
Collections
- MT - Business [4088]
