Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Return Indeks Harga Saham Gabungan
View/ Open
Date
2019Author
Suswono, Endy Jeri
Hakim, Dedi Budiman
Bakhtiar, Toni
Metadata
Show full item recordAbstract
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indeks yang
menggambarkan kinerja pasar saham Indonesia. Pergerakan indeks yang positif
menggambarkan membaik kinerja pasar saham dan sebaliknya jika pergerakannya
negatif berarti pasar saham sedang mengalami penurunan. Pergerakan indeks ini
dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini mencoba membuat permodelan
mengenai pergerakan IHSG berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Faktor tersebut adalah faktor makroekonomi baik nasional maupun internasional.
Perubahan kondisi makroekonomi akan mempengaruhi sebagian besar entitas yang
ada di pasar modal.
Variabel makroekonomi yang digunakan dalam penelitian ini adalah suku
bunga riil Indonesia, nilai tukar riil dolar AS terhadap Rupiah, suku bunga riil AS,
dan harga minyak mentah WTI. Data yang digunakan berupa data sekunder bulanan
runtun waktu dari Januari 2003 sampai Desember 2017. Data runtun waktu tersebut
kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif dan ekonomterika
kuantitatif.
Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan vector error
correction model (VECM) dan adaptive network-based fuzzy inference system
(ANFIS). Dalam metode VECM terdapat uji impulse response function (IRF) untuk
melihat respon IHSG jika terjadi goncangan pada variabel makroekonomi dan uji
forcast error variance decomposition (FEVD) untuk melihat kontribusi dari
masing-masing variabel makroekonomi terhadap pergerakan IHSG. Model ANFIS
digunakan untuk membentuk model peramalan return IHSG pada berbagai kondisi
makroekonomi.
Persamaan VECM yang dihasilkan menunjukkan bahwa dalam jangka
panjang variabel suku bunga riil Indonesia dan Amerika berpengaruh positif
signifikan terhadap IHSG. Hasil uji IRF dan FEVD menunjukkan bahwa variabel
suku bunga riil AS memiliki pengaruh yang paling besar terhadap pergerakan IHSG
dibanding tiga variabel makroekonomi lainnya.Model ANFIS memberikan gambar
dampak langsung perubahan variabel makroekonomi terhadap return IHSG. Model
tersebut menunjukkan bahwa perubahan nilai tukar riil memiliki dampak paling
besar terhadap return IHSG. Model tersebut menunjukkan bahwa variabel nilai
tukar riil sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap return IHSG. Model
peramalan yang dihasil memiliki tingkat akurasi sebesar 83,33 persen dalam hal
ketepatan memprediksi arah pergerakan IHSG. Model tersebut memiliki kinerja
peramalan yang lebih dibanding model VECM.
Collections
- MT - Business [4088]
