Formulasi Strategi Perbaikan Kinerja Perusahaan Properti Pt Xyz Pasca Akuisisi
View/ Open
Date
2019Author
Azmadahadid, Mufrad
Baga, Lukman M.
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia
yang memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat di setiap tahunnya.
Meningkatnya jumlah penduduk disetiap tahunnya membuat kebutuhan akan
tempat tinggal akan meningkat pula. Namun keterbatasan lahan untuk tempat
tinggal selalu menjadi permasalahan di kota-kota besar yang ada di Indonesia
termasuk Yogyakarta. Salah satu solusi permasalahan tersebut adalah dengan
membangun hunian vertikal. PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang
berkecimpung dalam pembangunan hunian vertikal yaitu apartemen dan kondotel.
Di tengah berkembangnya bisnis hunian vertikal terutama pada
pengembangan apartemen dan kondotel di Yogyakarta, PT XYZ saat ini sedang
mengalami kesulitan untuk melanjutkan pembangunan apartemen dan kondotel.
Hingga bulan Agustus 2017, progress pembangunan baru berjalan 2.61%. Kondisi
tersebut membuat menurunnya kepercayan konsumen lama yang berdampak pada
menurunnya penerimaan perusahaan. Penurunan penerimaan tersebut disebabkan
karena adanya tunggakan pembayaran cicilan oleh konsumen lama. Selain
penurunan penerimaan, perusahaan dihadapkan dengan banyaknya pembatalan unit
oleh konsumen lama. Berbagai permasalahan tersebut membuat menurunnya
kinerja perusahaan. Salah satu strategi yang telah dilakukan perusahaan adalah
menjual total 38% sahamnya kepada PT Agung Develepomen Propertindo dan PT
Tata Bumi Raya agar pengembangan apartemen dan kondotel tetap dapat berjalan
sesuai rencana. Bersama manajemen baru, perusahaan dituntut untuk memperbaiki
kinerja perusahaan agar kembali membaik.
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja dari berbagai faktor yang
menyebabkan penurunan kinerja perusahaan sebelum akuisisi hingga saat ini,
mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal PT XYZ setelah proses akuisisi, dan
memformulasikan strategi pasca akuisisi untuk memperbaiki kinerja PT XYZ.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan kinerja
perusahaan menurun disebabkan oleh aspek pengambilan keputusan oleh para
manajemen sebelum perusahaan diakuisisi. Tercatat beberapa keputusan yang
membuat buruknya kinerja perusahaan seperti keputusan dalam memilih
kontraktor, strategi penetapan harga, serta keputusan mencantumkan garansi 100%
pengembalian dana dalam PPJB jika konsumen membatalkan unit.
Analisis lingkungan eksternal perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan
sudah dapat merespon dengan baik perkembangan teknologi informasi dan social
media, lokasi apartemen dan kondotel yang terletak di antara kampus UGM dan UII
serta banyaknya daya tarik obyek wisata di Provinsi DIY. Evaluasi matriks EFE
memiliki skor total 2.96. Skor tersebut menunjukkan bahwa perusahaan saat ini
cukup mampu untuk merespon peluang dan ancaman yang ada.
Analisis lingkungan internal perusahaan menunjukkan bahwa kekuatan
terpenting yang miliki oleh perusahaan saat ini adalah kerjasama dengan kontraktor
PT Tata Bumi Raya yang sudah berpengalaman dan berlanjutnya pencairan dana
pinjaman dari Bank BTN Syariah. Evaluasi matriks IFE memiliki skor total 2.5
menunjukkan bahwa internal perusahaan berada pada posisi rata-rata, artinya
perusahaan tidak terlalu kuat maupun tidak terlalu lemah.
Hasil matriks EFE dan IFE tersebut memposisikan perusahaan di dalam sel
V (menjaga dan mempertahankan) pada matriks IE. Posisi perusahaan pada sel
tersebut dapat dikendalikan dengan strategi penetrasi pasar dan pengembangan
produk. Strategi-strategi lain juga dirumuskan menggunakan matriks SWOT dan
didapatkan 5 alternatif strategi guna memperbaiki kinerja perusahaan: (1)
rebranding nama apartemen dan kondotel; (2) meningkatkan hubungan baik
dengan konsumen; (3) meningkatkan aktivitas promosi dan penjualan; (4) membuat
nilai tambah apartemen yang dijual; (5) merekrut karyawan sales berpengalaman.
Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah sebuah formulasi perbaikan
kinerja perusahaan berupa kegiatan dari 5 strategi yang sudah dibangun dan waktu
pelaksanaannya. Hasilnya rencana-rencana kegiatan strategik tersebut dirumuskan
kedalam rencana strategik selama empat tahun kedepan (2019-2022).
Collections
- MT - Business [4088]
