Pengaruh Openness Personality, Online Trust, Celebrity Endorsement, dan Perceived Value Terhadap Minat Beli Melalui Instagram
View/ Open
Date
2019Author
Talitha, Febina
Yuliati, Lilik Noor
Kirbrandoko
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberadaan internet dari waktu ke waktu sangatlah dibutuhkan. Pada tahun
2016 pengguna internet mencapai 132,7 juta jiwa (51,7%) dari populasi penduduk
di Indonesia (APJII 2016). Pada tahun 2017 pengguna internet mencapai 143,26
juta jiwa (54,68%) dari populasi penduduk di Indonesia (Siaran pers no. 53 tahun
2018). Hal ini membuktikan bahwa adanya kenaikan sebesar 10,56 juta jiwa
(2,98%). Pada tahun 2017, pengguna internet di Indonesia adalah masyarakat dalam
kelompok usia usia 13-18 tahun (16,68%), 19-34 tahun (49,52%), usia 35-54 tahun
(29,55%), dan diatas 54 tahun (4,24%) (APJII 2017). Hal ini menunjukkan bahwa
pengguna internet terbanyak berada di usia 19-34 tahun. Media sosial adalah bagian
dari internet. Pada tahun 2016, media sosial yang sering digunakan di Indonesia
antara lain Instagram (82,6%), Facebook (66,5%), dan Path (49,6%) (APJII 2017).
Hal ini didukung oleh data survei Jakpat (2016), penjual online instagram di
Indonesia meningkat dari tahun 2015 mencapai 26,02 persen ke tahun 2017
mencapai 60 persen.
Terdapat lima variabel laten dalam penelitian ini yaitu openness personality
dan celebrity endorsement sebagai variabel independen, online trust dan perceived
value sebagai variabel intervening, dan minat beli sebagai variabel dependen.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi openness personality, online
trust, celebrity endorsement, perceived value, dan minat beli konsumen melalui
instagram, (2) menganalisis pengaruh openness personality terhadap online trust,
(3) menganalisis pengaruh online trust dan celebrity endorsement terhadap
perceived value, dan (4) menganalisis pengaruh openness personality, online trust,
celebrity endorsement, dan perceived value terhadap minat beli konsumen melalui
instagram.
Penelitian ini menggunakan metode cross sectional design. Pendekatan
kuantitatif dilakukan dengan metode survei secara online kepada responden.
Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan September.
Responden penelitian ditentukan dengan teknik pengambilan sampel purposive
sampling. Responden penelitian ini adalah konsumen yang pembelajaan terakhir
produk pakaian atau kosmetik melalui instagram dan memiliki kriteria usia 20-35
(generasi milenial). Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 249 responden.
Teknik pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah SEM (Structural
Equation Modelling) dengan software AMOS 22 dengan analisis deskriptif
menggunakan software SPSS 22.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data bahwa mayoritas responden
adalah perempuan, berada di usia kelompok 20-25 tahun, Pendidikan sarjana, serta
berprofesi sebagai pegawai swasta. Produk yang dibeli terakhir selain pakaian dan
kosmetik adalah aksesoris, jumlah produk yang dibeli sebanyak 1-2 buah, frekuensi
pembelian sebanyak 1-2 kali, alasan melihat celebrity endorser adalah menarik
perhatian. Pada produk kosmetik perilaku penggunaan instagram adalah lihat
rekomendasi tempat liburan sedangkan pada produk pakaian perilaku penggunaan
instagram adalah melihat review makanan.
Berdasarkan evaluasi tingkat kecocokan model, model penelitian ini
termasuk good fit dan marjinal fit sehingga layak untuk dilakukan uji hipotesis.
Hasil dari penelitian ini adalah pada produk pakaian dan kosmetik openness
personality berpengaruh positif signifikan terhadap online trust, online trust
berpengaruh positif signifikan terhadap perceived value, celebrity endorsement
berpengaruh positif signifikan terhadap perceived value, online trust berpengaruh
positif signifikan terhadap minat beli, perceived value berpengaruh positif
signifikan terhadap minat beli, dan celebrity endorsement berpengaruh positif
signifikan terhadap minat beli. Pada produk pakaian openness personality
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sedangkan pada produk
kosmetik openness personality tidak berpengaruh terhadap minat beli.
Implikasi manajerial pada produk pakaian adalah mempertahankan online
trust dan perceived value. Untuk perceived value dapat dipertahankan dengan cara
memberikan informasi lebih detail tentang produk pakaian yang dijual. Untuk
online trust dapat dipertahankan dengan cara jujur kepada konsumen. Celebrity
yang digunakan untuk mempromosikan produk pakaiannya yang mempunyai
kemampuan menarik perhatian konsumen dan merupakan idola di generasi
milenial. Pada produk kosmetik online trust dan celebrity endorsement
dipertahankan karena memiliki peranan penting terhadap minat beli. Untuk online
trust dapat dipertahankan dengan cara jujur kepada konsumen. Celebrity yang
digunakan untuk mempromosikan produk kosmetiknya yang mempunyai
kemampuan menarik perhatian konsumen dan merupakan idola di generasi
milenial.
Collections
- MT - Business [4088]
