Strategi Penguatan Usaha Penggilingan Padi Kecil Di Kabupaten Indramayu
View/ Open
Date
2019Author
Firdaus, Yasser Redin
Hasbullah, Rokhani
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Jumlah penggilingan padi saat ini melebihi jumlah produksi gabah
menyebabkan perebutan bahan baku sehingga penggilingan padi sulit berproduksi
pada kapasitas penuh. Selaras dengan sentra lainnya usaha penggilingan padi di
Kabupaten Indramayu didominasi oleh usaha penggilingan padi kecil (PPK) dengan
kualitas dan rendemen yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
faktor internal dan eksternal usaha PPK serta merumuskan alternatif strategi dan
menentukan prioritas strategi untuk upaya penguatan usaha PPK.
Pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan metode nonprobability
sampling dengan teknik purposive sampling. Responden dipilih dari
pihak internal usaha penggilingan sejumlah 20 usaha PPK dan tiga usaha
penggilingan padi besar (PPB) maupun eksternal usaha PPK yaitu Kepala Seksi
Pengadaan Sub Divisi Regional Bulog Indramayu dan Staf Pengajar Institut
Pertanian Bogor ahli penggilingan dan perberasan. Penyusunan strategi usaha
penguatan PPK dilakukan menggunakan teknik perumusan strategi yang
diintegrasikan kedalam kerangka pengambilan keputusan tiga tahap, yaitu tahap
input, tahap pencocokan dan tahap keputusan. Tahap input menggunakan matriks
EFE dan IFE sedangkan pada tahap pencocokan menggunakan matriks IE dan
SWOT. Pada tahap keputusan untuk memprioritaskan strategi penguatan usaha
PPK menggunakan matriks QSP.
Pada matriks EFE menunjukkan ketersediaan bahan baku (padi) dari petani
sebagai peluang utama dan teknologi mesin semakin modern sebagai ancaman
terbesar. Matriks IFE menunjukkan bahwa kedekatan dengan sumber bahan baku
dan pasar merupakan kekuatan utama dan teknologi tertinggal dan konfigurasi
mesin sederhana kelemahan terbesar. Berdasarkan matriks IE usaha PPK berada di
kuadran IV dan matriks SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi terdiri dari
(1) Antar usaha PPK bermitra untuk investasi mesin pengering mekanis ; (2)
Menambah tenaga kerja terampil; (3) Pemerintah membantu akses informasi harga
pasar; (4) Membangun kemitraan dengan PPB; (5) Revitalisasi alat dan mesin; (6)
Mencari sumber modal melalui investor; dan (7) Pemerintah membina usaha
penggilingan exisiting dan membuat regulasi untuk usaha penggilingan baru. Pada
tahap keputusan menggunakan matriks QSP menghasilkan prioritas strategi yang
harus dilakukan oleh usaha PPK yaitu membangun kemitraan dengan usaha PPB.
Collections
- MT - Business [4063]
