Segmentasi, Targeting dan Positioning Deterjen Ramah Lingkungan
View/ Open
Date
2019Author
Ekapratiwi, Dian
Suharjo, Budi
Suprayitno, Gendut
Metadata
Show full item recordAbstract
Permasalahan lingkungan menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh
setiap negara. Kualitas lingkungan hidup Indonesia pada tahun 2016, mengalami
penurunan yang didorong oleh penurunan kualitas air. Dari semua provinsi yang
ada di Indonesia, DKI Jakarta memiliki indeks kualitas air terendah. Di mana dari
hasil pantauan parameter kimia, limbah deterjen menjadi tiga bahan pencemar
terbanyak yang ada di perairan DKI Jakarta. Walaupun produk-produk deterjen
yang ada di pasaran saat ini telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah,
namun jika tidak dilakukan perubahan dalam pola konsumsinya maka potensi
pencemaran hasil limbah penggunaan deterjen akan semakin meningkat di masa
yang akan datang. Oleh karena itu, konsumsi produk deterjen ramah lingkungan
perlu ditingkatkan. Saat ini, pangsa pasar deterjen ramah lingkungan masih sangat
kecil dan bersifat stagnan. Walaupun berbagai penelitian telah dilakukan untuk
meningkatkan minat beli konsumen, namun fenomena rendahnya pangsa pasar
produk-produk ramah lingkungan masih terus berlanjut. Dirumuskan beberapa
faktor yang mempengaruhi rendahnya pangsa pasar deterjen ramah lingkungan di
Indonesia, yaitu rendahnya daya beli masyarakat, tidak seimbangnya persaingan
pada industri deterjen dan gaya hidup masyarakat yang belum peduli terhadap
lingkungan. Dari perumusan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi segmen konsumen berdasarkan kepeduliannya terhadap
lingkungan dan mengidentifikasi tingkat harga optimal yang masih dapat diterima
konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik
pengambilan sampel secara multistage random sampling dan menggunakan
instrument kuesioner terstruktur. Respon dari 175 responden yang direkrut
dianalisa dengan menggunakan hierarchical cluster analysis dan discriminant
analysis untuk mendapatkan banyaknya segmen. Sedangkan untuk
mendeksripsikan karakteristik pada masing-masing segmen digunakan analisis
biplot dan korespondensi. Dari hasil analisa didapatkan tiga segmen konsumen
yaitu green indifferent, green potential dan green follower. Sementara harga
optimal yang didapatkan dari hasil analisa dengan menggunakan Price sensitivity
measurement (PSM) berbeda untuk setiap segmen. Berdasarkan hasil analisa daya
tarik pada setiap segmen, segmen green potential dan green follower dapat
dijadikan target pasar dengan menerapkan strategi differentiate product marketing
untuk strategi targeting-nya. Selain itu, strategi positioning yang berbeda untuk
setiap target pasar yang disasar juga dapat diterapkan.
Collections
- MT - Business [4063]
