Strategi Pengembangan Bisnis Pelabuhan Darat Cikarang Dry Port
Abstract
Aktivitas ekpsor dan impor merupakan bagian terpenting dari kegiatan
ekonomi di Indonesia.Hal tersebut perlu didukung oleh infrastruktur yang baik
tertutama pelabuhan agar aktivitas logistik dapat berjalan dengan baik. Namun
pelabuhan utama yang menopang aktivitas ekspor dan impor terutama di
Jabodetabek yaitu Pelabuhan Tanjung Priok tidak terlepas dari permasalahan yaitu
dwelling time yang tinggi dan permasalahan congestion logistic yang sangat padat
akan mengganggu aktivitas logistik tersebut.
Cikarang Dry Port (CDP) sebagai satu-satunya pelabuhan darat milik swasta
di Indonesia yang seharusnya dapat menunjang aktivitas ekspor dan impor serta
rantai pasok terutama di kawasan Jabodetabek dan Cikarang.Perlu ada
pengembangan strategi pengembangan bisnis yang tepat untuk memaksimalkan
sumber daya dan mengoptimalkan peluang dari lingkungan bisnis Cikarang Dry
Port. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis kinerja perusahaan saat ini;
(2) Mengidentifikasi pengaruh faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
pengembangan bisnis Cikarang Dry Port; (3) Memformulasi strategi
pengembangan bisnis dan membuat strategi arsitekturCikarang Dry Port.
Metode pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan metode
pemilihan responden dengan purposive sampling.Teknis analisis data pada
penelitian ini menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan
External Factor Evaluation (EFE) yang berfungsi sebagai alat analisis lingkungan
internal dan eksternal perusahaan.Untuk merumuskan alternatif dan membuat
rancangan implementasi strategi, penelitian ini menggunakan Matriks SWOT dan
analisis Strategi arsitektur.
Hasil dari Matriks SWOT menghasilkan 13 strategi alternatif untuk
pengembangan bisnis Cikarang Dry Port, yaitu: (a) mengembangkan aplikasi
pendukung E-DO, E-Billing dan E-Tracking berbasis gawai pintar, (b)
mempercepat dan mempermudah proses dokumen pelanggan, (c) mempersiapkan
fasilitas penunjang untuk Inland Waterways, (d) mengoptimalisasi pembangkit
listrik sendiri dan pengemasan pada pelabuhan darat, (e) mendorong percepatan
proses bongkar muat dari Tanjung Priok dengan lajur kereta logistik, (f)
meningkatkan kapasitas kereta logistik dari Tanjung Priok menuju Cikarang Dry
Port, (g) mengatur regulasi terkait minimum waktu tunggu, (h) pengantaran dan
proses bongkar muat, (i) memberikan kemudahan kepada eksportit, membuat
masterplan terkait Cikarang Dry Port, (j) sering diadakan sosialisasi terkait
pelabuhan darat, (k) mendatangi secara personal kepada pelanggan di luar
Kawasan Industri Jababeka, (l) melakukan promosi besar-besaran di dalam dan di
luar Cikarang, (m) melakukan promosi kepada pihak PPJK dan penyedia jasa truk
di luar Cikarang untuk beroperasi di Cikarang Dry Port.
Berdasarkan analisis dari Strategi arsitektur menghasilkan tahapan dari
urutan strategi selama 4 tahun ke depan. Sasaran yang akan dicapai dalam rentang
waktu tersebut yaitu (1) Pemanfaatan layananan bongkar muat sampai 400 000
TEUs; (2) Meningkatkan pendapatan 50% dalam 4 Tahun;(3) Membuka Dry Port
cabang di tempat lain. Pelaksanaan Strategi arsitektur Cikarang Dry Port diawali dengan mengembangkan aplikasi pendukung E-DO, E-Billing dan E-Tracking
berbasis gawai pintar hingga membuat masterplan tentang pelabuhan darat.
Rancangan strategi arsitektur tersebut diharapkan akan membawa Cikarang Dry
Port untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Collections
- MT - Business [4063]
