View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan Model Bisnis Social Entrepreneur Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (3.473Mb)
      Date
      2019
      Author
      Jamilah, Luthfa
      Najib, Mukhamad
      Kirbrandoko
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Udang merupakan salah satu produk perikanan budidaya yang permintaannya terus meningkat. Tingginya permintaan udang dunia menuntut adanya upaya peningkatan produksi udang nasional. Udang vaname (Litopenaeus vannamei) termasuk jenis udang yang mudah dibudidayakan di darat (tambak). Hampir semua udang vaname yang beredar di pasar nasional merupakan hasil budidaya tambak. Hidayatillah (2017) menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas udang melalui sistem industrialisasi tambak menyebabkan pencemaran lingkungan. Untuk menghidari hal tersebut wilayah laut Indonesia yang lebih besar dibandingkan daratan dapat menjadi solusi alternatif. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL)-IPB telah berhasil melakukan kegiatan penelitian aksi (action research) budidaya laut udang vaname di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Secara teknis dan ekonomi, program pengembangan udang laut yang telah dilakukan PKSPL memberikan hasil yang memuaskan sehingga budidaya tersebut memiliki daya tarik bagi masyarakat sebagai penambah income. Mengingat besarnya manfaat yang diberikan, program ini dapat dikembangkan sebagai model bisnis budidaya udang laut berbasis masyarakat (social entrepreneur). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan model usaha budidaya udang vaname yang telah dijalankan saat ini (eksisting), mengevaluasi elemen model bisnis, mengidentifikasi peran pihak-pihak terkait (stakeholders), dan membuat pengembangan model bisnis social entrepreneur budidaya udang vaname laut berdasarkan perspektif BMC. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Pengambilan contoh dilakukan secara non probability sampling dengan Teknik purposive. Responden yang digunakan terdiri dari responden internal (peneliti PKSPL IPB) dan responden eskternal (pakar) yang terdiri dari praktisi dan akademisi/peneliti. Hasil penelitian menunjukkan model bisnis awal dipacu oleh inovasi value propositions yang dapat golongkan menjadi dua yakni peningkatan sistem budidaya dan peningkatan kualitas udang. Model bisnis tersebut ditujukan untuk menciptakan sistem budidaya udang vaname laut dengan teknologi yang ramah lingkungan dan memberikan alternatif income tambahan pada masyarakat pesisir melalui budidaya udang laut yang berkualitas premium dan organik. Rumusan strategi yang diperoleh dari hasil evaluasi sembilan elemen menyebutkan bahwa model bisnis budidaya udang laut harus diarahkan pada peningkatan kualitas kualitas produksi dan teknologinya, penguatan jaringgan supplier, penambahan unit area ekoeduwisata, perluasan wilayah area produksi, peningkatan kapasitas pengelolaan kelompok budidaya, peningkatan kapasitas teknologi pasca panen, melakukan funding CSR, perkuatan hubungan dengan stakeholder, peningkatan promosi, dan peningkatan kapasitas teknologi budidaya. Udang merupakan salah satu produk perikanan budidaya yang permintaannya terus meningkat. Tingginya permintaan udang dunia menuntut adanya upaya peningkatan produksi udang nasional. Udang vaname (Litopenaeus vannamei) termasuk jenis udang yang mudah dibudidayakan di darat (tambak). Hampir semua udang vaname yang beredar di pasar nasional merupakan hasil budidaya tambak. Hidayatillah (2017) menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas udang melalui sistem industrialisasi tambak menyebabkan pencemaran lingkungan. Untuk menghidari hal tersebut wilayah laut Indonesia yang lebih besar dibandingkan daratan dapat menjadi solusi alternatif. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL)-IPB telah berhasil melakukan kegiatan penelitian aksi (action research) budidaya laut udang vaname di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Secara teknis dan ekonomi, program pengembangan udang laut yang telah dilakukan PKSPL memberikan hasil yang memuaskan sehingga budidaya tersebut memiliki daya tarik bagi masyarakat sebagai penambah income. Mengingat besarnya manfaat yang diberikan, program ini dapat dikembangkan sebagai model bisnis budidaya udang laut berbasis masyarakat (social entrepreneur). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan model usaha budidaya udang vaname yang telah dijalankan saat ini (eksisting), mengevaluasi elemen model bisnis, mengidentifikasi peran pihak-pihak terkait (stakeholders), dan membuat pengembangan model bisnis social entrepreneur budidaya udang vaname laut berdasarkan perspektif BMC. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Pengambilan contoh dilakukan secara non probability sampling dengan Teknik purposive. Responden yang digunakan terdiri dari responden internal (peneliti PKSPL IPB) dan responden eskternal (pakar) yang terdiri dari praktisi dan akademisi/peneliti. Hasil penelitian menunjukkan model bisnis awal dipacu oleh inovasi value propositions yang dapat golongkan menjadi dua yakni peningkatan sistem budidaya dan peningkatan kualitas udang. Model bisnis tersebut ditujukan untuk menciptakan sistem budidaya udang vaname laut dengan teknologi yang ramah lingkungan dan memberikan alternatif income tambahan pada masyarakat pesisir melalui budidaya udang laut yang berkualitas premium dan organik. Rumusan strategi yang diperoleh dari hasil evaluasi sembilan elemen menyebutkan bahwa model bisnis budidaya udang laut harus diarahkan pada peningkatan kualitas kualitas produksi dan teknologinya, penguatan jaringgan supplier, penambahan unit area ekoeduwisata, perluasan wilayah area produksi, peningkatan kapasitas pengelolaan kelompok budidaya, peningkatan kapasitas teknologi pasca panen, melakukan funding CSR, perkuatan hubungan dengan stakeholder, peningkatan promosi, dan peningkatan kapasitas teknologi budidaya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168020
      Collections
      • MT - Business [4062]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository