Strategi Pengendalian Kemacetan Dengan Pendekatan Perilaku Berlalulintas Masyarakat Kota Bogor
View/ Open
Date
2019Author
Rahman, Fahmy Fathur
Fahmi, Idqan
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Untuk mendukung segala aktivitas masyarakat dibutuhkan sebuah alat transportasi dan sistem lalu lintas yang mendukung. Kota Bogor sebagai salah
satu kota yang berkembang dengan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi sehingga acap kali kemacetan terjadi di sekitaran wilayah Kota Bogor. Berbagai
usaha telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mengurangi tingkat kemacetan yang terjadi, mulai dari pengadaan bus transpakuan, pengadaan sistem
satu arah di sekitaran Kebun Raya Bogor sampai dengan pengalihan rute angkutan umum. Dari beberapa upaya Pemerintah telah lakukan, ternyata belum membuat
perubahan yang signifikan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Bogor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab sebuah kemacetan di Kota Bogor melalui persepsi masyarakat.
Adapun persepsi masyarakat yang diteliti adalah mengenai perilaku dan etika saat berkendara di jalan raya. Selain itu juga, penelitian ini bertujuan untuk
merumuskan strategi pengendalian kemacetan dengan pendekatan perilaku berlalu lintas masyarakat di Kota Bogor. Dimana pada penelitian ini lebih fokus terhadap
persepsi masyarakat tentang perilaku dan etika dalam berkendara, sehingga aspek teknis dan kebijakan pemerintah tidak dibahas dalam penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner.
Penyebaran kuesioner dilakukan untuk mengetahui perspsi masyarakat tentang kemacetan yang terjadi di Kota Bogor. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada
masyarakat Kota Bogor dengan populasi sampel sebanyak 210 orang. Sampel penelitian difokuskan kepada 3 kategori, yaitu pengendara kendaraan pribadi,
pengendara kendaraan umum dan pejalan kaki yang terbagi dalam 2 Model. Model kuantitatif pada penelitian ini bersifat deskriptif serta menggunakan
Analisis Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku angkutan umum, khususnya mengetem di sembarang tempat menjadi salah satu faktor yang
tertinggi dalam penyebab kemacetan. Disamping itu juga terdapat beberapa factor yang menjadi penyumbang terjadinya kemacetan dari perilaku kendaraan umum
seperti menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya, menyalip kendaraan dari segala arah dan berjalan tidak pada jalurnya.
Dari beberapa hasil penelitian tersebut maka disimpulkan bahwa strategi untuk pengendalian kemacetan di Kota Bogor yang dapat dilakukan adalah
dengan memberikan tindakan tegas kepada para pelanggar lalu lintas, khususnya para pengendara umum, menerapkan E-Tilang, memberikan jalur khusus
pengendara umum dan memodifikasi halte-halte agar dapat menimbulkan minat masyarakat penumpang kendaraan umum untuk berhenti pada tempat yang telah
disediakan.
Collections
- MT - Business [4063]
