Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (Tpm) Di Pabrik Gula Rafinasi- Studi Kasus Di Pt Xyz
Abstract
Total Productive Maintenance (TPM) merupakan sistem yang bermanfaat dalam peningkatan produktivitas pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penerapan TPM di salah satu perusahaan gula rafinasi terbesar di Indonesia yang sedang mengalami penurunan produktivitas dalam kurun waktu
empat tahun terakhir. Evaluasi penerapan pilar-pilar TPM dilakukan melalui metode overall equipment effectiveness (OEE), manajemen visual, lost time injury
(LTI) dan time accident rate (TAR). Analisis yang dilakukan dibatasi pada penerapan TPM di area produksi dan tidak termasuk area pembangkit (Power
Plant).
Penerapan program 5S sebagai pondasi TPM berkisar di nilai 65% untuk total area dan 61% untuk area produksi, sementara target yang ditetapkan adalah
85% untuk skor kepatuhannya. Implementasi pilar planned maintenance belum mencapai target sesuai standar, baik dari segi parameter availability dan
performance rate. Pilar yang belum diterapkan di perusahaan ini adalah autonomous maintenance. Penelitian ini juga menentukan area kerja kritis, area
dengan durasi breakdown tertinggi, mean time to repair (MTTR) tertinggi, dan mean time between failure (MTBF) terendah. Dryer –cooler merupakan area kerja
kritis dalam rangkaian proses produksi gula rafinasi di PT. XYZ.
Pencapaian yield secara rata – rata sampai bulan Juni adalah 94.31% dan masih dibawah target yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 96.5%. Upaya
meningkatkan yield dapat dilakukan dengan perbaikan penerapan pilar – pilar TPM. Rekomendasi untuk menerapkan TPM yang efektif adalah dengan
melakukan perbaikan penerapan 5S sebagai pondasi TPM, penerapan time based maintenance dan penerapan autonomous maintenance. Perbaikan penerapan 5S
ini memerlukan investasi untuk perbaikan infrastruktur, mesin dan peralatan yang menyebabkan terjadinya physical losses. Penerapan time based maintenance
adalah dengan melakukan penjadwalan penggantian komponen dalam penerapan pilar planned maintenance. Autonomous maintenance dilakukan oleh operator
dengan menambahkan deskripsi baru untuk melakukan kegiatan perawatan ringan mesin yang menjadi tanggung jawabnya.
Collections
- MT - Business [4062]
